sapa

ada sapa dalam setiap temu, meski akhir tak selalu bertemu rindu

27.11.13

Keluarga MARKUM #episode2


nah. ini kelanjutan dari cerita Keluarga MARKUM yang sebelumnya. akhirnya saya menemukan sebuah fakta tentang keluarga MARKUM. ini di dapat dari Wikipedia dan filmindonesia.or.id. yang pasti sudah dipastikan memang ada sejarahnya..hihi.
dan MARKUM yang ini bukan MAkelaR huKUM ya.. :)

jadi begini ceritanya

Keluarga Markum adalah film Indonesia yang dibuat sebagai sekuel atas suksesnya film Kejarlah Daku Kau Kutangkap. Film ini disutradari oleh sutradara yang sama, yaitu Chaerul Umam, tetapi tidak melibatkan Deddy Mizwar lagi yang muncul pada film sebelumnya. film ini menceritakan tentang kehidupan Markum (Ikranegara), paman Ramadan (Deddy Mizwar) di film pertamanya dengan Marni (Ully Artha), sahabat Ramona (Lydia Kandou) setelah mereka menikah.
(Wikipedia.com)
 dan juga kelanjutannya

Sinopsis

Lanjutan dari Kejarlah Daku Kau Kutangkap. Markum (Ikranagara) dan Marni (Ully Artha) sudah punya gadis remaja, sementara Ramadan (Dwi Yan) dan Ramona (Lydia Kandou) punya seorang jejaka. Kisah berpusat pada Markum-Marni setelah bertahun-tahun berumah tangga. Usia panjang pernikahan ternyata belum bisa jadi ukuran keserasian. Ketegangan dan kesalahpahaman pasangan ini jadi unsur utama kelucuan. Keterusterangan Markum, umpamanya, malah berbalik mencelakakan. Ramadan menganjurkan agar Markum berbohong bahwa lupa ulang tahun istrinya. Markum tak mau dan berkata jujur. Kejujuran malah menambah ketegangan. Mereka lupa bahwa keserasian rumah tangga adalah sesuatu yang harus terus diusahakan. 
(fimlindonesia.or.id)

nah dari kedua sumber ini, saya belum menemukan dari mana awalnya keluarga kami di beri nama MARKUM. karena sebenarnya dalam sinopsis tidak dijelaskan bagaimana keriweuhan yang terjadi pada keluarga tersebut. 
nah yang masih penasaran bagaimana kisah Keluarga MARKUM versi film.ini ada link yang membahas juga tentang Film Keluarga MARKUM (1986).
Artikel yang Menyinggung tentang Keluarga MARKUM
kalau yang ini link video

Video Keluarga MARKUM (1986)

nah kalau yang ini foto foto dari filmnya.

Foto dari Sebuah Artikel yang Diambil dari Salah Satu Adegan Film Keluarga MARKUM (1986) 

Poster Film Keluarga MARKUM (1986)

Salah Satu Adegan dalam Film Keluarga MARKUM (1986)




Baiklah. sepertinya sekian dulu. nanti suatu hari akan dirangkum versi film dan kehidupan nyata.. :)
salam sayang..


*bersambung

25.11.13

Surat Cinta untuk Tuhan

Ya Allah. Tuhanku yang MahaSegalanya.
dalam surat kali ini aku hanya ingin menyampaikan rasa syukurku padamu.
aku ingin berterimakasih. telah dikenalkan pada dunia yang tak semua orang bisa menyentuhnya.
dunia anak anak berkebutuhan khusus.
terimakasih telah membukakan mata dan hatiku untuk terus bersyukur dan mengingatku melalui mereka.
tambahlah rasa cintaku untuk mereka Ya Allah. sesungguhnya tiada yang bisa kulakukan selain bisa mencintai mereka dengan sepenuh hati melebihi kecintaanku pada diri sendiri.
berikanlah senyumku untuk bisa terus membuat mereka tersenyum. tambahkanlah senyum mereka agar mereka terus bisa membahagiakan semua orang.
jagalah mereka Ya Allah. kuatkanlah juga hati kedua orangtua mereka, karena sesungguhnya mereka adalah orang - orang luar biasa dibalik senyum anak anaknya.
jagalah terus hatiku Ya Allah. aku hanya ingin bisa memberikan sesuatu untuk mereka suatu saat nanti. semoga Kau bisa meridhoinya.
kuatkanlah hati mereka Ya Allah. agar mereka terus bisa tegar menjalani apa yang sudah menjadi kehendakMu.
saat ini tidak ada lagi yang bisa kukatakan selain rasa terimakasih dan rasa malu. malu belum bisa berbuat apa apa untuk mereka. malu tidak banyak bersyukur seperti mereka. malu belum bisa membahagiakan banyak orang seperti mereka.
Terimakasih Ya Allah. terumakasih. aku sayang mereka.

23.11.13

perjalanan w(ak)t(u)

jika aku AIR, dan kau DAUN. akan aku jadikan kau pijakan sehabis hujan.
kau adalah DAUN yang ku pilih setelah perjalanan yang teramat panjang bersama angin.
kaki - kakiku berusaha untuk tidak membangunkanmu selepas senja berlalu.
aku kemudian tidur juga dipelukanmu.
kemudian, pagi melahirkan anak kita yang ku beri nama EMBUN.
kaki mungilnya mengerayap dan mengendap perlahan dalam penjagaanmu, dan aku hanya bagian dari dirinya.
kemudian ia berlari - lari kecil.
kita tak pernah tahu, apakah ia akan terjatuh dari peganganmu dan tertampung di genangan air bersama yang lain, atau menguap pergi bersamaku, atau tertambat pada benda lain, sehingga yang tersisa hanyalah jejak - jejak kakinya yang mungil.
kemudian, siang berusaha melenyapkanku.
aku kembali ke udara bersama angin.
aku tahu kau tak akan pernah melepaskanku, tapi aku percaya, bahwa setiap malam aku kan kembali ke DAUN yang sama. ke DAUN yang ku pilih dan melahirkan EMBUN - EMBUN yang lainnya.
aku mungkin akan pergi. tapi kau akan tetap berada di sana, menungguku. di tempat yang sama saat pertama kali aku menemukanmu.  dan aku akan kembali menemukannya.
jika aku AIR, dan kau DAUN. aku hanya berharap kau mengizinkanku untuk menghidupimu dengan sepenuh hidupku.
aku hanya berharap kau memilihku sebagai air yang membiarkanmu menjadikan pijakannya.
aku akan terus kembali, sebagai AIR yang selalu merindukan DAUN.

21.10.13

Percakapan

"apa yang sebenarnya paling kita tunggu?"
waktu bertemu
"demi apa?"
demikian aku mencintaimu
"salah apanya?"
salah satu yang membuat cinta bekerja adalah panggilan rindumu.
"atas nama apa?"
atas nama abjad rindu yang takkan bermakna apa apa tanpa namamu.
"berani kamu jatuh cinta?"
berani! asal sama kamu!
"dengan sebab rasa itu, kepadamu?"
sebab aku mecintaimu.
"sampai di mana berhenti?"
sampai tak butuh lagi kata untuk mengejawantahkan penyatuan kita. hanya ada rasa dan rasa. titik!
"mau apa kamu?"
mau kamu tak pernah lupa. aku selalu ada dan tak pernah lupa, kamu juga selalu ada.
"dibilangan keberapa kau akan berhenti mencintaiku?"
di bilangan yang tak akan terbilang.


di ambil dari beberapa kata di Buku Dear You karya Moammar Emka

Dear You , Moammar Emka

ingatlah ingatlah semua pagi yang kau syukuri karena masih bisa terbangun di sisinya, semua siang yang kau habiskan dengan merindukannya, juga malam malam yang kau tutup dengan doa memohon kebahagiaannya.

begitukah?

kadang kau memintaku untuk berpikir jauh. tapi mungkin terlalu jauh menurutmu.
kadang kau memintaku untuk berpikir sederhana. tapi mungkin terlalu sederhana menurutmu.
kadang kau memintaku untuk berpikir dalam. tapi mungkin terlalu dalam menurutmu.
kadang kau memintaku untuk berpikir ringkas. tapi mungkin terlalu ringkas menurutmu.
kadang kau memintaku untuk berpikir rumit. tapi mungkin terlalu rumit menurutmu.
sehingga, terlihatlah aku seperti lebih bodoh darimu.
                                               lebih tolol
                                               lebih dungu
lalu apa yang harus aku lakukan untuk mengimbangimu?



201013
23.32
dalam gamang

7.9.13

Menceramahi Diri

kemudian aku berkata pada mereka "ayo. kalian harus berani. tunjukkan apa yang ingin kalian lakukan".
tanpa di sadari, aku menceramahi diriku sendiri. kemudian menjilat dengan khusyu ludah ludah yang sudah ku buang.
lalu yakinku dimana?
lalu percayaku dimana?
dan beraniku sejauh mana?
mengapa aku harus mengatakan itu pada mereka sedangkan aku tidak mampu?
mengapa aku tidak bisa seperti mereka yang mempercayakan segalanya pada takdir?

aku berbeda dengan mereka.
ya aku tahu itu. aku bahkan sangat bahagia bisa memberi kebahagiaan untuk mereka. dan aku tak akan bisa mencurinya. aku juga tak akan mau.
tapi mengapa aku tidak bisa melakukan seperti yang mereka lakukan. percaya, dan yang lainnya akan mengikuti.
ketakutan apa yang sebenarnya ada dalam sini?
masa lalu?
masa sekarang?
atau masa depan?
atau bayangan pada mimpi yang tidak sejalan dengan kenyataan?

kenapa harus takut?
kenapa sulit untuk percaya?
entahlah.
hanya itu yang kulakukan sekarang.







070913
20.08
Bandung, malam minggu yang ringkih

25.8.13

Refleksi

ketika kita meyakini sesuatu, yang kita butuhkan hanya satu. percaya.
dengan itu semua, saya bisa menemukan lagi keping senyum yang hilang, menemukan lagi senyum yang sudah lama di dambakan, dan menemukan lagi arti bahagia dalam kata yang sederhana.

hari ini aku berterimakasih atas segala hal. atas kebahagiaan paling sederhana yang aku miliki hari ini.
segala puji bagi Allah SWT. yang telah menciptakan rasa cinta.



29 Juli 2013

22.8.13

Surat Rindu untuk Tuhan

hari ini. setelah ku lewati dan jalani, entah banyak bayangan terbesit dalam pikiranku. tentang semua yang telah aku kerjakan selama di dunia ini. selama kurang lebih 21 tahun 9 bulan 27 hari 13 jam. setiap langkah yang aku jalani hari ini aku maknai dengan berbagai tanda kesyukuran. dan kali ini, aku ingin sekali berterima kasih kepada Allah SWT sebagai Tuhan yang Maha Segalanya. meskipun aku tahu dengan tanpa bicara pun Dia sudah tahu apa yang ingin aku sampaikan. tapi ingin ku tuliskan saja agar aku selalu ingat. manusia kan ladangnya lupa dan khilaf.

untuk Tuhanku, Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
segala puji untukmu. demi semesta yang telah Kau ciptakan beserta isi dan kehidupannya.
terimakasih padaMu, telah melahirkanku dari rahim seorang wanita yang tidak pernah sedikitpun dalam hidupnya melupakanku.
terimaksih telah menitipkanku pada kedua orangtua shaleh dan shalehah yang tak pernah henti mengajarkan kebaikanMu di setiap nafasnya.
terimakasih telah menempatkankan ku diantara keluarga yang selalu menyayangi dan memperhatikanku.
terimakasih telah menciptakan skenario yang indah dalam hidupku.dengan segala sisi gelap dan terangku. dengan segala ujian dan hadiah indah dariMu. dengan segala tantangan dan rintangan. dengan segala kebaikan dan khilafku. dengan warna warni hidupku.
terimakasih juga, pernah menitipkan aku seorang adik yang shaleh dan tampan. meskipun aku tak bisa lama mengenalnya tapi aku merasa terhormat pernah menjaganya.
terimaksih untuk orang orang yang telah Kau perkenalkan dalam setiap detik kehidupanku
       dengan permasalahan permasalahannya yang membuatku belajar dan bersyukur
terimakasih, telah mengenalkanku pada dunia yang tidak semua orang dapat menyentuhnya.
terimakasih untuk ujian yang pernah Kau berikan kepadaku, ujian yang juga tidak semua orang dapatkan
terimakasih untuk hadiah dan kado yang terindah yang tak pernah ku dapatkan dari siapa pun selain dariMu
terimakasih untuk bahu yang kuat dan hati yang ditegarkan
terimakasih untuk semua yang telah Engkau berikan untukku.

terimakasih untuk airmata
                            tawa
                            bahagia
                            canda
                            takut
                            marah
                            malu
                            kuat
                            lemah
 terimakasih untuk semua rasa yang telah Engkau berikan. terlebih untuk menganugerahkan rasa cinta dan sayang.
tidak akan pernah aku cukup menuliskan semua kebaikanMu.
aku bahkan masih saja meminta yang lebih padaMu, padahal aku sudah diberikan yang lebih dariMu.
terimakasih telah memberiku apa yang aku butuhkan dari pada apa yang aku inginkan.
aku tahu, Kau Maha Tahu atas segala yang Kau kehendaki.

maafkan jika aku terlalu lancang.
aku hanya 1 dari ciptaanMu yang tak pernah bisa aku hitung yang tak pernah lepas dari khilaf dan salah.
terimakasih.terimakasih.
tak akan ada daya dan upaya dariku untuk membalas semuanya. tidak akan bisa.



Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban 
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. Ar-Rahman 

kamar rindu
20.49
22 Agustus 2013

18.8.13

Keluarga MARKUM

kali ini saya ingin bercerita tentang keluarga. ya keluarga yang bukan sekedar ayah, ibu, dan anak. tapi keluarga besar.
konotasi dari keluarga besar disini bukan berarti keluarga yang berbadan tambun dan besar besar, tapi keluarga yang berjumlah besar. saya juga heran kenapa banyak yang menyebut demikian, kenapa  tidak keluarga banyak saja? mungkin karena terdengar lebih ganjil ditelinga ya? :)

Dan tentang keluargaku.
versi kurang lengkap

kami menyebutnya keluarga MARKUM (tidak pernah jelas bagaimana penulisannya). keluarga ini terbentuk dari pasangan Bapak M. Chanafiah dan Ibu Nyimas Tina.
Ibu Nyimas Tina dan Bapak M. Chanafiah
mereka menikah dan memiliki 9 anak, 7 perempuan dan 2 orang laki laki. dan menurut cerita ibu saya, kedua orang anak laki laki sudah lama sekali bersama Tuhan. dari 7 anak perempuan inilah keluarga ini kemudian berkembang. masing masing anak menikah dan memiliki keturunan. rata - rata anak dari masing anak anak ini (cucu) berjumlah 3 orang. ada yang kurang, ada juga yang lebih. dan dari sanalah kemudian keluarga ini berkembang.
7 "Bidadari"

sampai hari ini, saya hidup di keluarga ini yang dari waktu ke waktu dan semakin berkembang. tapi selama itu pula saya menyimpan sebuah pertanyaan "kok disebut MARKUM?memang sejarahnya apa?". dan sepertinya bukan hanya saya saja, tapi rata rata Keluarga MARKUM juga memiliki pertanyaan yang sama. ya meskipun pada dasarnya mereka tidak begitu peduli.
menurut cerita yang pernah saya dengar, sejarah terbentukknya nama untuk keluarga ini justru setelah keluarga ini beranak pinak (maaf kalau tidak sopan). jadi dulu itu ada sebuah serial televisi yang memuat tentang kisah Keluarga Markum (judul film entah sinetron) dan diceritakan bahwa keluarga tersebut memiliki ciri khas "rame" kalau dalam bahasa sunda riweuh. keluarga ini selalu sibuk dan paciweuh di segala kesempatan. entah itu berkumpul, bertamasya, dan sebagainya. dari film itulah kemudian (entah siapa) terinspirasi untuk menyebut keluarga kami Keluarga MARKUM. karena keluarga kami memilik karakteristik yang sama. bahkan 7 anak perempuan di generasi pertama itu memiliki sifat yang rata rata sama. paciweuh..hehe.
kemudian kebiasaan yang teledor, riweuh, eksis, narsis, rame, gandeng, bring kaditu kadieu, dan sebagainya itu menjadi mendarah daging dan diteruskan kepada generasi kedua. sehingga keluarga besar ini kemudian menjadi sebuah keluarga yang selalu paciweuh dalam setiap kesempatan. terlebih saat ini, keluarga kami sudah merambah ke generasi ketiga, yang tanpa sadar atau tidak mewarisi sifat sifat dari buyut dan eyang eyangnya..yaa sepertinya memang sulit dibayangkan..hihi.
meskipun sifat dan karakteristik keluarga saya ini terlihat seperti pabaliut tetapi justru hal ini lah yang membuat kamu semakin hari semakin kompak (ciee..matsa tsih? :p). menyempatkan segala waktu untuk berkumpul. sekedar haha hihi atau benar benar 'piknik' dalam arti yang sebenarnya. rapat betulan atau asik asikan. perayaan formal atau pura puraan. yang jelas keluarga ini selalu terpercaya dan terdepan.

MARKUM with Batik

Foto Halal Bihalal terbaru

Out Bond 2009??


*sekian

hhhmmm....sepertinya harus mengolah memori dulu.sementara segini aja dulu.nanti diteruskan sambil mencari dokumen dokumen penting "negara" MARKUM


sehabis memerdekakan rindu
halal bihalal 2013
@Kinalabu
kamar sunyi,18 Agustus 2013
23.37

24.7.13

beberapa Qoute dari Perjalanan Kemarin _13 November - 21 November 2012 _

dalam dekap dan harap
candaku menjelma do'a
Tuhan, Tuhan, Tuhan
hanya ada Kau dalam debur jantung ini.

semoga perjalanan kita dilindungi olehNya
Kereta Api Kahuripan Kiaracondong - Kediri
13 November 2012
21.16


meski pengap sampai mengap mengap
rindu ini yang terus menjelma sesak
Puncak para Dewa, kesanalah
akan kami pijak

adik MG
Kereta Kahuripan Kiaracondong - Kediri
14 November 2012
08.39


Lembah masih menjadi saksi perjalanan kita
...... Dan aku, masih akan terus berjalan

Ranupane, Malang
15 November 2012
08.56


    Dari menggali kemudian mengenal
dan kami takkan lepaskan jejak langkah ini

MAHAMERU passed 3676 mdpl
Kereta Kahuripan Kediri - Yogyakarta
19 November 2012
14. 53

17.7.13

kelambu

aku berdiri diatas gundukan tanah merah.dengan taburan bunga warna warni di atasnya.ada yang masih basah,ada juga yang sudah mengering.mungkin pelayat datang dengan bergantian.aku masih belum percaya.aku kini sudah benar benar kehilangannya.berjuta kelambu ku selimuti.dan aku berharap,aku bisa kembali tertidur dengan mu nanti.tunggu aku.Nek.

150510

pepunyaanku

aku punya rambut,
yang bisa kau elus dan usap,
Kak.

aku punya bahu,
yang bisa kau sandari saat kau sedih dan lelah,
Dik.

aku punya jemari yang halus,
yang bisa kau pakai untuk menghapus air matamu saat menangis,
Nak.

aku punya bibir dengan kecupan hangat,
yang bisa kau rasakan saat aku mencium telapak tanganmu,
Bu.

aku punya mata,
yang bisa kau rasakan tatapan segan untukmu,
Yah.

aku punya tangan,
yang bisa menggenggam dan merangkulmu,
Kawan.

aku punya sesuatu yang menempel ditubuhku
dan bukan hanya untuk aku,
tapi untuk kalian.





110510

begitukah rindu?

aku mungkin telah kehilangan dirimu
tapi aku tak akan membiarkan kehilangan kata kata untuk menggambarkan keindahanmu
sudah berapa lama ini berlangsung?
Kulihat,bulan sudah bergulir cepat mengikuti alur waktu yang misterius
langit perlahan melukis wajahmu.melukis dengan sangat hati hati
dan sempurna,semua rinduku telah mewarnai rupamu
tak pernah aku serindu ini
mungkin kau tahu,namun tak kau sampaikan
aku masih sering berandai,tapi percuma saja
berandai dalam hati sendiri itu sudah nyata

aku sudah kehabisan kata kata
sudah ku koyak ribuan tong sampah
tak juga ku temukan sisa sisanya
ah sudahlah,
aku mungkin sudah terlalu banyak bicara
sampai jumpa dilain kesempatan



untuk Muhammad Ghazi Ibrahim
01 juni 2012
21.03

Kereta yang Tak Kunjung Tiba

19 tahun bahkan angka itu sebentar lagi akan menjadi 20
entah
tapi Tuhan begitu hebat merubahnya dalam hitungan detik
di stasiun pemberangkatan,,
  (beberapa orang menyebutnya demikian)
                                          aku termanggu menompang dagu
sama seperti aku 19 bahkan hampir 20 tahun yang lalu
tak ada bangku
tak ada kepala stasiun
tak ada angin
tak ada cahaya
yang ada hanya nafas
detik detik berlari kerdil diatas rel
(aku kira mereka berlari karena kereta mengejar mereka)
tapi mereka hanya sekedar bermain menghibur jasad yang kehausan
kereta yang ditunggu belum juga datang setelah hampir malam kembali tenggelam
tak ada getaran di atas rel
tak ada suara gema dari kejauhan
yang ada hanya suara desah dari nafasku
(yang saat itu sudah mulai tersenggal)
kulihat jam berkali kali
beratus ratus kali
bahkan hampir setiap 5 menit satu kali aku menjenguk jarumnya yang sedang menari
tetapi kereta belum juga hadir
tikus tikus
(kutemukan di gorong gorong belakang stasiun)
              sudah hampir pula kehabisan nafas
tak ku beri nafas buatan,,
                                  karena aku pun sudah tak kuat
penat sudah mulai menggodaku
aku masih menunggu
kulihat sesekali kearah kereta biasanya datang
masih tak ada kabar

aku masih menunggu
kereta kematian
yang mengantarku
menuju jasad yang terbaring dalam kedamaian

aku masih menunggu
kereta yang mengantarkanku
menuju rumahMu

aku masih menunggu
(kereta yang tak kunjung tiba)


20.00
13 Mei 201

bising terasing

do'a aku,ayah,dan ibu

bersama,,dalam keheningan aku merengkuh peluh
tak ada kata kata yang dapat aku curi untuk sekedar menulis namanu disini
tak ada ruap udara yang terhempas di pelantaran tubuhmu yang sembilu
tak ada tanah yang menapaki jejak jejak keluguanmu

bersama segenggam kearifan ayah,,aku berserah 
bersama seikat kelembutan ibu,,aku bersimpuh
dalam do'a kami larut menatap wajah bisumu

tak ada mentari yang akan menguapkan namamu dari tanah
tak ada angin yang akan menghempaskan senyummu dari daun
tak ada sendu yang akan mengalirkan tawa dari mata sayuku

apa kau melihatku??
aku sedang melihatmu disini
dan aku merindukan wajahmu
seperti aku merindukan wajahNya




bersama do'a
aku,ayah, dan ibu


040211
08.19 pm

setelah bulan berlalu

Berjuta mata telah sedemikian sembab walau hanya sekedar mengenang namamu
Ada beberapa yang tak mengenalmu, namun mereka tetap peduli
Dan beberapa yang lainnya terus bergelut dalam kedukaan

Baik baik sajakah kau disana?
Aku yakin Dia takkan berbuat jahat padamu, karena kau adalah orang baik

Aku sendiri sadar, sampai kapan pun aku bicara
pada mentari, pada langit, pada bulan, pada pelangi, atau diatas gundukan tanah merah tempat kau berbaring dibawahnya
aku takkan pernah bisa lagi menyentuh wajahmu

Kau ingat tidak?
Sesaat sebelum kau meninggalkan rumah singgahmu, kau sedang berlari mengejar waktu
Apakah saat itu kau sedang melawan kesakitan?
Yang saat itu aku kira hanya sebuah kekonyolan
Maafkan aku untuk itu
Aku baru menyadarinya saat kau sudah jauh melangkahkan kakimu diluar rumah
Entah kemana

Hei,
Kau telah menunjukkan padaku banyak hal
Tentang perjuangan
Tentang kekuatan
Tentang keyakinan
Tentang kasih sayang
Tentang menghargai
Tentang keikhlasan
Dan tentang ketabahan

Aku tak tahu seberapa lama kau menahan kesakitan itu.
Seberapa sakit kau menahan semuanya.
Tapi tak sedikitpun keluh yang keluar dari mulut khas mu.

Tahukah.
Sudah 2 bulan lebih aku tak mendengar decak tawamu
Melihat senyuman khasmu
Mendengar raung tangisanmu
Melihat kepolosan wajahmu saat kau tertidur

Selama waktu itu berjalan
Aku masih belum sanggup untuk menahan diri dari kedukaan
Aku masih rapuh
Aku tahu kau tak menginginkannya
Aku pun tidak
Tapi aku merasa belum mampu
Aku masih selalu takut jika malam menjelang dan melihat ayah dan ibu tertidur lelap
Aku takut
Jika keesokan harinya aku tak bisa melihat mereka
Aku takut jika yang kulakukan tak berbuah apa apa untuk mereka

Aku tahu ini berat
Tapi Tuhan telah memberiku bahu untuk menopang seluruh beban yang Ia berikan padaku
Semoga bahuku cukup kuat untuk menahan semuanya

Airmataku tak akan bisa membayar apapun
Senyumanku tak akan bisa mengobati apapun
Amarahku tak akan bisa menyelesaikan apapun

Tapi dengan keikhlasan ayah dan ibu
Aku mendapatkan semua itu


Aku sangat sadar
Pesan ini takkan pernah terbaca olehmu
Hal yang mustahil kurasa,
Tapi aku berharap kau tahu satu hal
Bahwa aku
S A N G A T M E N Y A Y A N G I M U !!!





Untuk adik dengan senyuman manis berhidung mancung
Dari seorang kakak yang rapuh yang sangat menyayanginya
10:54
020311
Bandung, Bumi Siliwangi

His last dialogue