jika aku AIR, dan kau DAUN. akan aku jadikan kau pijakan sehabis hujan.
kau adalah DAUN yang ku pilih setelah perjalanan yang teramat panjang bersama angin.
kau adalah DAUN yang ku pilih setelah perjalanan yang teramat panjang bersama angin.
kaki - kakiku berusaha untuk tidak membangunkanmu selepas senja berlalu.
aku kemudian tidur juga dipelukanmu.
kemudian, pagi melahirkan anak kita yang ku beri nama EMBUN.
kaki mungilnya mengerayap dan mengendap perlahan dalam penjagaanmu, dan aku hanya bagian dari dirinya.
kaki mungilnya mengerayap dan mengendap perlahan dalam penjagaanmu, dan aku hanya bagian dari dirinya.
kemudian ia berlari - lari kecil.
kita tak pernah tahu, apakah ia akan terjatuh dari peganganmu dan tertampung di genangan air bersama yang lain, atau menguap pergi bersamaku, atau tertambat pada benda lain, sehingga yang tersisa hanyalah jejak - jejak kakinya yang mungil.
kemudian, siang berusaha melenyapkanku.
aku kembali ke udara bersama angin.
aku tahu kau tak akan pernah melepaskanku, tapi aku percaya, bahwa setiap malam aku kan kembali ke DAUN yang sama. ke DAUN yang ku pilih dan melahirkan EMBUN - EMBUN yang lainnya.
aku mungkin akan pergi. tapi kau akan tetap berada di sana, menungguku. di tempat yang sama saat pertama kali aku menemukanmu. dan aku akan kembali menemukannya.
jika aku AIR, dan kau DAUN. aku hanya berharap kau mengizinkanku untuk menghidupimu dengan sepenuh hidupku.
aku hanya berharap kau memilihku sebagai air yang membiarkanmu menjadikan pijakannya.
jika aku AIR, dan kau DAUN. aku hanya berharap kau mengizinkanku untuk menghidupimu dengan sepenuh hidupku.
aku hanya berharap kau memilihku sebagai air yang membiarkanmu menjadikan pijakannya.
aku akan terus kembali, sebagai AIR yang selalu merindukan DAUN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar