sapa

ada sapa dalam setiap temu, meski akhir tak selalu bertemu rindu

25.8.13

Refleksi

ketika kita meyakini sesuatu, yang kita butuhkan hanya satu. percaya.
dengan itu semua, saya bisa menemukan lagi keping senyum yang hilang, menemukan lagi senyum yang sudah lama di dambakan, dan menemukan lagi arti bahagia dalam kata yang sederhana.

hari ini aku berterimakasih atas segala hal. atas kebahagiaan paling sederhana yang aku miliki hari ini.
segala puji bagi Allah SWT. yang telah menciptakan rasa cinta.



29 Juli 2013

22.8.13

Surat Rindu untuk Tuhan

hari ini. setelah ku lewati dan jalani, entah banyak bayangan terbesit dalam pikiranku. tentang semua yang telah aku kerjakan selama di dunia ini. selama kurang lebih 21 tahun 9 bulan 27 hari 13 jam. setiap langkah yang aku jalani hari ini aku maknai dengan berbagai tanda kesyukuran. dan kali ini, aku ingin sekali berterima kasih kepada Allah SWT sebagai Tuhan yang Maha Segalanya. meskipun aku tahu dengan tanpa bicara pun Dia sudah tahu apa yang ingin aku sampaikan. tapi ingin ku tuliskan saja agar aku selalu ingat. manusia kan ladangnya lupa dan khilaf.

untuk Tuhanku, Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
segala puji untukmu. demi semesta yang telah Kau ciptakan beserta isi dan kehidupannya.
terimakasih padaMu, telah melahirkanku dari rahim seorang wanita yang tidak pernah sedikitpun dalam hidupnya melupakanku.
terimaksih telah menitipkanku pada kedua orangtua shaleh dan shalehah yang tak pernah henti mengajarkan kebaikanMu di setiap nafasnya.
terimakasih telah menempatkankan ku diantara keluarga yang selalu menyayangi dan memperhatikanku.
terimakasih telah menciptakan skenario yang indah dalam hidupku.dengan segala sisi gelap dan terangku. dengan segala ujian dan hadiah indah dariMu. dengan segala tantangan dan rintangan. dengan segala kebaikan dan khilafku. dengan warna warni hidupku.
terimakasih juga, pernah menitipkan aku seorang adik yang shaleh dan tampan. meskipun aku tak bisa lama mengenalnya tapi aku merasa terhormat pernah menjaganya.
terimaksih untuk orang orang yang telah Kau perkenalkan dalam setiap detik kehidupanku
       dengan permasalahan permasalahannya yang membuatku belajar dan bersyukur
terimakasih, telah mengenalkanku pada dunia yang tidak semua orang dapat menyentuhnya.
terimakasih untuk ujian yang pernah Kau berikan kepadaku, ujian yang juga tidak semua orang dapatkan
terimakasih untuk hadiah dan kado yang terindah yang tak pernah ku dapatkan dari siapa pun selain dariMu
terimakasih untuk bahu yang kuat dan hati yang ditegarkan
terimakasih untuk semua yang telah Engkau berikan untukku.

terimakasih untuk airmata
                            tawa
                            bahagia
                            canda
                            takut
                            marah
                            malu
                            kuat
                            lemah
 terimakasih untuk semua rasa yang telah Engkau berikan. terlebih untuk menganugerahkan rasa cinta dan sayang.
tidak akan pernah aku cukup menuliskan semua kebaikanMu.
aku bahkan masih saja meminta yang lebih padaMu, padahal aku sudah diberikan yang lebih dariMu.
terimakasih telah memberiku apa yang aku butuhkan dari pada apa yang aku inginkan.
aku tahu, Kau Maha Tahu atas segala yang Kau kehendaki.

maafkan jika aku terlalu lancang.
aku hanya 1 dari ciptaanMu yang tak pernah bisa aku hitung yang tak pernah lepas dari khilaf dan salah.
terimakasih.terimakasih.
tak akan ada daya dan upaya dariku untuk membalas semuanya. tidak akan bisa.



Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban 
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. Ar-Rahman 

kamar rindu
20.49
22 Agustus 2013

18.8.13

Keluarga MARKUM

kali ini saya ingin bercerita tentang keluarga. ya keluarga yang bukan sekedar ayah, ibu, dan anak. tapi keluarga besar.
konotasi dari keluarga besar disini bukan berarti keluarga yang berbadan tambun dan besar besar, tapi keluarga yang berjumlah besar. saya juga heran kenapa banyak yang menyebut demikian, kenapa  tidak keluarga banyak saja? mungkin karena terdengar lebih ganjil ditelinga ya? :)

Dan tentang keluargaku.
versi kurang lengkap

kami menyebutnya keluarga MARKUM (tidak pernah jelas bagaimana penulisannya). keluarga ini terbentuk dari pasangan Bapak M. Chanafiah dan Ibu Nyimas Tina.
Ibu Nyimas Tina dan Bapak M. Chanafiah
mereka menikah dan memiliki 9 anak, 7 perempuan dan 2 orang laki laki. dan menurut cerita ibu saya, kedua orang anak laki laki sudah lama sekali bersama Tuhan. dari 7 anak perempuan inilah keluarga ini kemudian berkembang. masing masing anak menikah dan memiliki keturunan. rata - rata anak dari masing anak anak ini (cucu) berjumlah 3 orang. ada yang kurang, ada juga yang lebih. dan dari sanalah kemudian keluarga ini berkembang.
7 "Bidadari"

sampai hari ini, saya hidup di keluarga ini yang dari waktu ke waktu dan semakin berkembang. tapi selama itu pula saya menyimpan sebuah pertanyaan "kok disebut MARKUM?memang sejarahnya apa?". dan sepertinya bukan hanya saya saja, tapi rata rata Keluarga MARKUM juga memiliki pertanyaan yang sama. ya meskipun pada dasarnya mereka tidak begitu peduli.
menurut cerita yang pernah saya dengar, sejarah terbentukknya nama untuk keluarga ini justru setelah keluarga ini beranak pinak (maaf kalau tidak sopan). jadi dulu itu ada sebuah serial televisi yang memuat tentang kisah Keluarga Markum (judul film entah sinetron) dan diceritakan bahwa keluarga tersebut memiliki ciri khas "rame" kalau dalam bahasa sunda riweuh. keluarga ini selalu sibuk dan paciweuh di segala kesempatan. entah itu berkumpul, bertamasya, dan sebagainya. dari film itulah kemudian (entah siapa) terinspirasi untuk menyebut keluarga kami Keluarga MARKUM. karena keluarga kami memilik karakteristik yang sama. bahkan 7 anak perempuan di generasi pertama itu memiliki sifat yang rata rata sama. paciweuh..hehe.
kemudian kebiasaan yang teledor, riweuh, eksis, narsis, rame, gandeng, bring kaditu kadieu, dan sebagainya itu menjadi mendarah daging dan diteruskan kepada generasi kedua. sehingga keluarga besar ini kemudian menjadi sebuah keluarga yang selalu paciweuh dalam setiap kesempatan. terlebih saat ini, keluarga kami sudah merambah ke generasi ketiga, yang tanpa sadar atau tidak mewarisi sifat sifat dari buyut dan eyang eyangnya..yaa sepertinya memang sulit dibayangkan..hihi.
meskipun sifat dan karakteristik keluarga saya ini terlihat seperti pabaliut tetapi justru hal ini lah yang membuat kamu semakin hari semakin kompak (ciee..matsa tsih? :p). menyempatkan segala waktu untuk berkumpul. sekedar haha hihi atau benar benar 'piknik' dalam arti yang sebenarnya. rapat betulan atau asik asikan. perayaan formal atau pura puraan. yang jelas keluarga ini selalu terpercaya dan terdepan.

MARKUM with Batik

Foto Halal Bihalal terbaru

Out Bond 2009??


*sekian

hhhmmm....sepertinya harus mengolah memori dulu.sementara segini aja dulu.nanti diteruskan sambil mencari dokumen dokumen penting "negara" MARKUM


sehabis memerdekakan rindu
halal bihalal 2013
@Kinalabu
kamar sunyi,18 Agustus 2013
23.37