sapa

ada sapa dalam setiap temu, meski akhir tak selalu bertemu rindu

29.4.13

aku,kamu,dan Tuhan

maaf
jika sering kali aku menyakiti hatimu dengan tidak sengaja
menangisi mu diam diam
padahal aku tahu,jika Tuhan Maha Tahu

maaf
jika sering kali menyakiti hatimu dengan tidak sengaja
membicarakan kebaikan mu diam diam
padahal aku tahu,jika Tuhan Maha Mendengar

maaf
jika sering kali menyakiti hatimu dengan tidak sengaja
memperhatikan lekuk wajah mu diam diam
padahal aku tahu,jika Tuhan Maha Melihat

tapi aku pun tahu
jika Tuhan Maha Pemberi
maka diberi olehNya kesabaran menunggu kehadiranmu setiap malam

tapi aku pun tahu
jika Tuhan Maha Penyayang
maka ku biarkan rasa sayang ini mengikutimu diam diam

tapi aku pun tahu
jika Tuhan Maha Pengasih
maka ku biarkan setiap rindu ini menjelma detakku



Bandung
15.46
290413
menyingkap Tuhan dalam rindu

di bangku kenangan

bangku ini ku namakan kenangan
tempat pertama kita bertemu dengan jarak
yang tak lebih jauh dari urat nadi,dan tak lebih dekat dari detak 

saat itu kau duduk dihadapanku
menceritakan sekilas kenangan 
tentang gadis berambut hitam yang sering kau temui di sekolah

mulut yang penuh dengan tawa dan canda
mata yang mengadukan isi hati 
menjadi butir butir kalimat yang membuat seluruh ceritamu menjadi utuh

kemudian ku namakan kisah ini rindu
karena setiap getirnya,ku sebut namamu
dik ...




disisi jalan kenangan
15.36
290413
warung nasi 88
mengigau mengenangmu

23.4.13

? pada !


dimatanya aku hanya kabut yang tak pernah bisa disentuh
dihatinya aku hanya imajinasi yang tak pernah bisa menjadi nyata
aku tak pernah menjadi jawab dari semua tanyanya
karena aku hanyalah kabut yang membutakan

aku berselimut harap padamu
pada angan yang terus mengikutimu
pada hati yang terus mempertanyakanku

Tuan,,
kalaulah aku hanya akan membuat setiap detik dari hidupmu
menjadi warna tanpa makna
atau hanya cenderamata untuk pernikahan dari ego dan ambisimu
buanglah saja aku ke lembah ketakberadaanmu
aku akan dengan senang hati menyelam ke batinmu yang dihantui oleh rasa yang kalut

Tuan,,
aku pernah berfikir untuk menjadikanmu sama sekali tak berarti dimataku
tapi,,
itu sama sekali tak berarti
kau hanya terus membuat kedua mataku menjadi 2 hulu sungai
yang penuh derai ketakutan

Tuan,,
aku selalu menghargaimu
jauh sebelum kau memintanya
percayalah


15:29
13 agustus 2010
degdegan
@microteaching

kenangan?


mengapa Tuhan menciptakan kenangan?
apa karena kita harus mengingat memori orang orang yang kita sayangi pergi begitu saja?
kurasa bukan
agar kita berfikir bahwa saat kita kehilangan,satu satu nya yang hidup adalah rasa cinta kita terhadap Tuhan.

luka liku


Aku luka
Tubuh luka
Luka aku penuh liku

Aku luka
Tangan luka
Lukaku jangan kau lukai

Luka aku
Aku luka
Lika liku luka luka

Kepalaku, luka aku
Aku lupa aku luka

Kakiku luka
Luka kaki
Kaki kita luka luka

Hidup aku penuh luka
Aku luka penuh hidup
Mati aku karena luka
Luka hidup, aku pun mati

11 juli 2012
10.40
Luka liku
Khair Lazuardi, Pasirjambu

sapaan


Hai, semoga kau punya cukup waktu untuk membaca suratku.
Apa kabar?
Apakah kau merindukanku seperti aku merindukanmu disini?
Apakah kau menangis juga saat merindukanku seperti saat aku merindukanmu?
Sayang, sebentar lagi aku ulangtahun.ulangtahun pertama ku tanpamu (lagi).
Ulang tahun terakhirku tanpamu adalah saat kau belum terlahir.
Sayang. Sesungguhnya banyak yang ingin ku ceritakan padamu.
Aku masih merasa terbebani.
Jika kau disini, mungkin saja aku bisa membaginya denganmu.
Sayang, tolong hapuskan airmataku.
Tanganku tidak cukup untuk menghapus semuanya.
Sayang, angka 20 ini harus ku bayar mahal.
Aku harus kehilanganmu, kehilangan dia yang tentu kau tahu.
Terlebih dengan keputusan ayah yang aku rasa menjadi beban untukku.
Aku merasa langit seakan rubuh diatasku.
Aku merasa semua mimpiku hilang.
Sayang. Aku mengeluh lagi ya?
Aku pun tak tahu mengapa aku melakukan itu.
Padahal aku sudah berusaha untuk merelakanmu.
Sayang, ingatkah sewaktu kita bermain ke Jakarta bersama keluarga yang utuh untuk terakhir kalinya?
Kita mengalami kecelakaan dan aku menjadi korban tunggal atas kejadian itu.
Tapi kita bisa melewatinya karena saat itulah kita bersama.
Aku merasa tubuhku hilang setengahnya.
Ayah dan ibu tak cukup bagiku.
Aku merasa begitu dekat denganmu pada saat saat terakhirmu.
Kau adalah seseorang yang sangat berarti saat itu.
Mungkin Tuhan hendak menamparku berulang kali agar aku melihat kearahNya.
Aku sudah terlalu banyak mengabaikanmu.
Mengabaikan ayah.
Mengabaikan ibu.
Mengabaikan orang orang yang menyayangiku demi orang yang kusayangi semata agar aku tidak kesepian.
Ingat kata kata ibu jika kita sedang bertengkar?
“kalian harus kompak dan saling menjaga, jika tak ada ayah dan ibu, kalian hanya berdua”
Saat ini aku selalu berfikir, jika memang yang dikatakannya akan terjadi, aku dengan siapa?
Jika tak ada mereka, aku dengan siapa?
Jika tak ada engkau, aku dengan siapa?
Tuhan memang memberiku banyak orang, tapi tak ada yang bisa menjamin masa depanku selain kau.
Aku sudah terlalu banyak kehilangan.
Aku tahu, kerumitan ini diciptakan semata hanya untuk membuatnya bermakna.
Sayang, senyummu masih mengecupku disini.
Ada senyum mereka.
Ada senyum ayah.
Ada senyum ibu.
Tapi aku terlalu lemah.
Entah, aku begitu sangat merindukanmu.
Itu saja.
Sayang. Aku tahu aku terlalu banyak mengeluh.
Tapi ini masih aku.
Entah kau masih mengenalinya atau tidak.
Tetapi yang pasti, serpihan cinta ini akan ku kembalikan padamu.
Saat kita bertemu nanti disana.
Bersama dalam kebadian dan cinta.
Baik baik kau disana, tunggu aku dengan senyuman terindahmu yang kurindukan.


Salam rindu dan sayang.
-Kakak-







Menjelang 20
Gubuk kenangan
20.03
17 oktober 2011

Dengan tangis yang menggumpal dihati

dalam perjalanan senja


Dalam perjalanan senja,ada yang tertatih mengejar malam,sedang waktu telah menuturkan peraturan yang memenjaranya
Sedangkan fajar,belum juga hadir dalam pemakaman mimpi mimpi ini.
Bintang sudah beberapa kali disetubuhi oleh bulan.dibantu oleh langit melahirkan anak yang kemudian berlari kearah purnama.sehingga, ia belum bisa beranjak walau sesekali dari peraduannya.
Telaga itu lantas tetap sendiri. Membendung beribu kesedihan yang dituturkan oleh awan dan hujan.
Telaga itu masih sendiri. Saat aku berjalan sendiri menyusuri diri.

170211
16.05