sapa

ada sapa dalam setiap temu, meski akhir tak selalu bertemu rindu

20.1.14

Impian itu bernama TOGA


Juli 2009 hari dimana aku pertama kali menginjakkan kaki di Perguruan Tinggi yang sebenarnya sama sekali tak ku harapkan. Aku ingin menjadi seorang pengacara dan aku terdampar disini, Universitas Pendidikan Indonesia. Kenapa tak ku harapakan? Karena aku sama sekali tidak ingin menjadi seorang guru. Kenapa? Karena aku tahu bagaimana rasanya mengerjai guru dan aku tidak mau diperlakukan seperti itu. Harapanku satu - satunya untuk bertahan disana adalah karena Pendidikan Luar Biasa. Ya, aku tak akan menghadapi murid yang seperti aku kelak. Tapi mungkin akan lebih menguras rasa sabar dari pada menghadapi orang seperti aku dulu. 
Di hari aku pertama kali menginjakkan kaki, aku bertemu dengan seorang teman yang bernama Tsania. Dari pertama kali bertemu sampai akhirnya dia selesai menyelesaikan studi (duluan) pertemanan itu semakin intim dan terus terjaga bahkan sampai hari ini. Sampai akhirnya aku bertemu dengan kawan yang lain dan melewati 4 tahun 1 semester bersama - sama. Ada yang selesai lebih dulu, tapi tidak banyak juga yang masih ketar ketir mencari dosen untuk bimbingan demi selesainya studi.
Beberapa minggu lalu, 8 Januari 2014. Sudah 4 tahun lebih aku berada disini dan masih ada disini. Terjebak dalam rutinitas mengetik, tidur, kelayapan, dan bimbingan sana - sini, meskipun lebih banyak refreshing dari pada mengerjakannya. Pada tanggal itu aku mengisi form untuk mengontrak kuliah semester depan, dan sempat merasa syok karena pada kolom semester aku harus mengisi angka 1 dan 0. Ya Tuhan, bahkan sudah 2 digit dan artinya aku akan menjalani tahun ke 5 disini. Akhirnya aku tersadar bahwa sudah setengah dari angkatan kami sudah bergelar SARJANA dan aku masih disitu - situ saja.
Ada rasa iri saat melihat kawan - kawan yang lain memakai baju kebesaran yang sangat sakral dipakai seorang sarjana, ya TOGA. Baju 4 huruf ini yang selalu menghantui para Mahasiswa Tingkat Akhir (apalagi yang kelewat akhir..hehe). Baju -yang lebih pas disebut jubah dari pada disebut baju- hitam, kalung 'emas' berlogo UPI, dan tentu topi yang kalau jaman SMA adalah topi wajib yang harus dipakai di MOS dan terbuat dan koran ini tentu menjadi impian dan titik akhir masa perjuangan menjadi seorang mahasiswa/i.  Tapi aku kemudian berpikir bahwa mereka memang layak mendapatkan itu. Itu adalah bayaran untuk mereka yang lebih 'rajin' dari pada aku. Dan, siapa yang tak ingin bertoga? Aku? Tentu aku ingin. Kalau tidak untuk apa aku lelah berjuang di tempat yang dulu tak pernah aku bayangkan sama sekali. UPI! Guru! Hah, meskipun pada akhirnya aku lebih bersyukur bisa kuliah ditempat ini daripada ditempat lain.
Dan hari ini, impian itu bernama TOGA. Sudah berulangkali kedua orangtua pun mempertanyakan "udah sampe mana?" "lulus februari kan?" "wisuda kapan?" padahal yang kulakukan? Tidak jauh dari tidur dan hanya menambahkan sedikit - sedikit apa yang seharusnya tertulis. Impian lain tentu banyak. Aku sudah berulang kali mengatakan pada kedua orangtuaku "Bu, teteh udah lulus mau belajar isyarat ya di Jogya" "Yah, nanti teteh mau ke Pare ya belajar bahasa inggris" "Bu, aku nanti daftar jadi pramugari aja deh biar bisa dapetin pilot" dan mimpi lainnya. Tapi yang mereka katakan hanya satu "Apa aja sok. Sekarang yang penting lulus dulu". SKAKMATE!! Mereka menang telak. Yap. Mimpi itu baru bisa aku raih saat aku sudah meraih gelar SARJANA.
Sebenarnya banyak hal yang aku inginkan. Tapi mungkin inilah titik jenuhku menginjak perkuliahan. Walau sebenarnya aku pun tidak ingin ada di kondisi ini, kondisi SUPER MALAS. Maka ku tanamkan dari diriku bahwa mimpi yang harus ku kejar saat ini adalah menyelesaikan studi. Karena meskipun dalam pemikiran berkata bahwa tidak semua mimpi akan tercapai dengan gelar sarjana, tapi mungkin mimpi itu akan lebih 'direstui' jika kita sudah menyelesaikan kewajiban yang sebelumnya sudah kita mulai daripada membuat kewajiban - kewajiban yang baru. Dan kali ini aku berharap, semoga saja form kontrak matakuliah semester ini adalah FRS (Form Rencana Studi) TERAKHIR yang harus aku isi. Demi menjadi SARJANA dan demi berTOGA.