"apa yang sebenarnya paling kita tunggu?"
waktu bertemu
"demi apa?"
demikian aku mencintaimu
"salah apanya?"
salah satu yang membuat cinta bekerja adalah panggilan rindumu.
"atas nama apa?"
atas nama abjad rindu yang takkan bermakna apa apa tanpa namamu.
"berani kamu jatuh cinta?"
berani! asal sama kamu!
"dengan sebab rasa itu, kepadamu?"
sebab aku mecintaimu.
"sampai di mana berhenti?"
sampai tak butuh lagi kata untuk mengejawantahkan penyatuan kita. hanya ada rasa dan rasa. titik!
"mau apa kamu?"
mau kamu tak pernah lupa. aku selalu ada dan tak pernah lupa, kamu juga selalu ada.
"dibilangan keberapa kau akan berhenti mencintaiku?"
di bilangan yang tak akan terbilang.
di ambil dari beberapa kata di Buku Dear You karya Moammar Emka