19 tahun bahkan angka itu sebentar lagi akan menjadi 20
entah
tapi Tuhan begitu hebat merubahnya dalam hitungan detik
di stasiun pemberangkatan,,
(beberapa orang menyebutnya demikian)
aku termanggu menompang dagu
sama seperti aku 19 bahkan hampir 20 tahun yang lalu
tak ada bangku
tak ada kepala stasiun
tak ada angin
tak ada cahaya
yang ada hanya nafas
detik detik berlari kerdil diatas rel
(aku kira mereka berlari karena kereta mengejar mereka)
tapi mereka hanya sekedar bermain menghibur jasad yang kehausan
kereta yang ditunggu belum juga datang setelah hampir malam kembali tenggelam
tak ada getaran di atas rel
tak ada suara gema dari kejauhan
yang ada hanya suara desah dari nafasku
(yang saat itu sudah mulai tersenggal)
kulihat jam berkali kali
beratus ratus kali
bahkan hampir setiap 5 menit satu kali aku menjenguk jarumnya yang sedang menari
tetapi kereta belum juga hadir
tikus tikus
(kutemukan di gorong gorong belakang stasiun)
sudah hampir pula kehabisan nafas
tak ku beri nafas buatan,,
karena aku pun sudah tak kuat
penat sudah mulai menggodaku
aku masih menunggu
kulihat sesekali kearah kereta biasanya datang
masih tak ada kabar
aku masih menunggu
kereta kematian
yang mengantarku
menuju jasad yang terbaring dalam kedamaian
aku masih menunggu
kereta yang mengantarkanku
menuju rumahMu
aku masih menunggu
(kereta yang tak kunjung tiba)
20.00
13 Mei 201
bising terasing
Tidak ada komentar:
Posting Komentar