sapa

ada sapa dalam setiap temu, meski akhir tak selalu bertemu rindu

7.12.12

we are many we are one - jflow

We Are One
Song and lyrics by @jflowrighthere
Arrangement by @dennisnussy @torankambarita
Add vocals by @aliasings @ondohutapea

We Are One
Chorus
We are many we are one living under the same sun
We are many we are one we are one we are one

Verse
We're a land of more than 15 thousand islands
The ocean people dont just stand down in silence
Its time to get up man, let your voice be heard
The race is on now we gotta be the first
Bhineka Tunggal Ika unity in diversity
Kita pasti bisa together live in unity
Im Indonesian man, and Im proud
One hell of a nation I tell u what
Invaders came here but we kicked them out
Im Indonesian man, and Im proud
Once upon a time in the east there was this land that is so full of bliss
A land so rich we got everything a land so fertile you can plan almost anything
Lets forget the past move forward we got a lot to do
To be the best man its up to me and you

Verse
Cuz these are the truth that you rarely being told
That we're so rich of oil and gold 
And gas and minerals and all kinds of riches
The mountains rivers and beautiful beaches
We were once the leader of the region
Lion of Asia we didnt get for no reason
Your government might issue a travel warning
But right here we miss you so keep on coming
To this land where the people are nice
The spot on earth they call the paradise
Cuz we're surrounded by the ring of fire
We're not afraid we will only go higher
Im Indonesian man, and Im proud
One hell of a nation I tell u what
Invaders came here but we kicked them out
Im Indonesian man, and Im proud

Bridge
Now is the time we take our stand
To stay united till the end
We dont give up we dont give in
We dont give it up we dont give it in
Under one flag the red and white
Indonesia, we will be alright

27.7.12

karena kita tidak kenal

hai Tuan asing.
beberapa hari lalu kau bukan siapa siapa.kemudian waktu mempertemukan kita begitu saja.
jauh dari langkahku hari ini kau adalah seorang asing bagiku.tapi detik menyeret temu dengan begitu singkatnya.
Tuan.hati hatilah dengan hatimu.hati hatilah dengan keasingan.hati hatilah dengan sesuatu yang tiba tiba.
aku asing bagimu.begitu pun sebaliknya.kita tidak saling mengenal.kita adalah orang asing bagi yang lainnya.

20.35
210712
ruang asing
bandung

26.2.12

di halaman imaji


Aku berdiri sejenak, menatap lazuardi yang sama sekali tak terlihat bersahabat. Matahari yang terus mengolok ngolok mata yang mulai kehabisan air matanya. Kulit sudah mulai meringis karena angin terus menggodanya tanpa kesejukkan. Ada apa hari ini? Tidak seperti biasanya.
            Aku masih berdiri, sampai seekor kucing bermanja di ujung jari kakiku. Sejenak terperanjat, lalu ku lanjutkan dengan memperhatikan bunga yang begitu saja tumbuh dihalaman depan rumahku. Dengan ilalang ilalang yang merayunya malu malu. Sedang bunga dengan sombong dan angkuhnya berpaling melihat air air yang hampir datang mengisi ruang ruang dalam tanah yang menopang tubuhnya. “Ada ada saja”, kataku.
            Aku mulai melangkahkan kaki kaki yang kotor terkena tanah tanah yang usil bergelantungan diatasnya. Kupercikan segenggam ricik air pada tanah yang langsung menghapus jejaknya. Menelan hidup hidup air yang belum separuh detik pun bernafas. Sedang kulihat batu, malah berguling gulingan dalam kubangan yang dibuatkan tanah untuknya, dan untuk lalat lalat yang singgah sejenak disana.
            Hutan berbilik, mengintip dari kejauhan. Seorang bocah keluar dari balik tirai tirai bambu yang juga berjaga diujung jalan sana. Bocah itu berjalan perlahan mendekati angin yang mulai pucat karena terlalu bersemangat berputar putar dikarangan rumahku. Sedang musuhnya, kabut, mengincarnya dari balik punggungan dibelakang rumahku.
            Awan sejenak menari, saat si bocah mulai berlari meriuhkan helai helai mimpiku yang berterbangan di sekelilingnya. Aku merajamnya. Aku tak suka, karena dengan begitu mimpi mimpi yang sudah berbaris rapih, menjadi lari berhamburan dengan panik. Ah..harus ku ulang dari awal.
            Lantas dengan begitu, aku pun berlarian. Mengejar mimpi mimpi itu sebelum mereka dirampas oleh waktu. Yang mungkin saja melintasi mereka tiba tiba. Barang sejenak aku mencuri udara yang dari tadi meledekku dengan hidungku yang mulai mengeluarkan ingus karena dingin yang tak meminjamkan mantelnya untukku.
            Si bocah memperhatikanku. “Bodoh. Kau malah melihatku dengan begitu ibanya. Bukannya kau bantu aku. Sialan!!” umpatku dalam hati. Tak sampai hati jika aku mengotori mulutkku dengan umpatan pada bocah, yang aku rasa terlalu bodoh untuk tahu betapa berharganya mimpi itu untukku.
            Aku melupakan bunga bunga yang sudah mulai mengembangkan makhkotanya. Angkuh dan sombong. Seperti merak yang sedang mempertunjukkan ekornya pada orang orang yang barang sejenak menyumbangkan perhatian untuknya.
            Aku terlalu takut mimpi itu lenyap. Entah terbawa angin yang sedang berfoya foya dengan kesenangannya. Atau bahkan dirampas oleh waktu yang sesekali mengintai dari balik rumahku. Atau hilang karena ia terlalu jauh berlari, hingga tak kembali saat melewati hutan bilik.
            Lantas, si bocah mendekatiku. Memberi selembar daun yang dipungutnya bersama sajak di tong sampah yang simpan diujung angan rumahku. Katanya pada hatiku, “tak perlu kau takut kehilangan mimpimu. Dia akan selalu ada, kau yang mengatur otak dan semua isi perutnya dengan kemauan dan tekadmu. Saat dia hilang, kaulah penciptanya. Sehingga ia akan terlahir kembali dari rahim keinginanmu. Waktu tak akan merampasnya. Ia hanya akan merampas hidupmu yang telah kau buang. Ia hanya mengaisnya dari tong sampah di ujung detik detikmu. Mimpimu tak akan hilang dibalik hutan bilik itu. Karena disitulah rumah dimana seharusnya dia berada. Mimpi hidup di nafas dan nadimu. Dan di hutan bilik itu, nafas dan nadimu hidup. Angin pun takkan membawanya pergi dari pelukmu. Karena ia cukup sadar untuk membawa mimpi yang sedemikian suci untuk diajak berfoya foya.”
            Ah, anak kecil itu mengguruiku dengan bersahaja. Mulutku yang begitu lentur, bahkan terlalu kaku untuk menjawabnya. Ku tulis di selembar daun yang telah ia beri tadi untukku. Dengan arang yang pasrah kugenggam dengan tangan mungilku, ku tulis sekata demi sekata apa yang aku ingin ucapkan pada si bocah.

hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;
nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini;
ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput;
sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi.*


            Aku bahkan tak memperhatikan airmata yang dengan lincahnya menari di pipiku. Entah dari mana asalnya, karena yang kuingat iya telah mengering di dasar kerapuhanku. Ya, ada yang telah luput dari pandanganku. Aku telah mengabaikan keinginan mimpi untuk sekedar bebas berlari di halaman imaji fikiranku. Ingin ku pandangi senyum yang menjadi perhiasan diwajahnya.
            Ku ajak si bocah yang mengantungi mimpinya, untuk sejenak berbaring di atas rumput rumput yang menjamu kami untuk singgah di peraduannya. Memandang lampu lampu yang berpijar di langit langit imaji kami.
            Seiring dengan cahayanya yang berpendar. Aku pun perlahan terjaga dari mimpi yang ku jaga. Dan aku, menyambut pagi dengan bersalaman pada sejuk dari embun yang ku pinjam dari halaman imajiku.






23:00 26 Agustus 2010 – 00:02 27 Agustus 2010
@cijerah
Merindu mimpi

catatan untuk perempuan ilalang

jika dulu kau ku ajak kedalam dimensiku
langkahku telalu kotor untuk kau ikuti
bahkan dalam kegamangan pun
kau tak layak untuk berada disini

kau terlalu suci nona..
mungkin sama sucinya
dengan setiap tetesan air wudhu..

untuk menyentuhmu saja akan ku fikir lebih dari satu kali,
apalagi membawamu bermain bersama kudanil dalam kubangan lumpur.

mengertilah wahai raddhin ..
aku sangat menghargai khodratmu sebagai seorang perempuan ilalang,,
selemah apapun tangkaimu
kau tetep perempuan yang menjulang..

hmm..
tangkaimu kini semakin tinggi saja ya..
setelah hadirnya sosok petani yang merawat dan menjaga setangkai ilalang,
dari hama hama yang mengancam,,
ditengah luas luasnya tanah,
diantara padi padi yang hampir menguning..

mungkin aku adalah salah satu dari hama hama itu
haha..
labih baik aku cepat menghindar lalu pergi..
daripada aku disergap lalu dibuang jadi pangan sapi..

kau benar..
lebih baik aku bepergian..
agar kehadiranmu menjadi sesuatu yang sia sia..
terima kasih kau sudah memberi saran yang tepat..

wahai raddhin..
aku hanya sebuah tanaman yang tak bertangkai,
yang sementara memilih untuk hidup dalam kesendirian..
namun, sudikah kau memberi salam pada daunku yang tinggal sehelai ini??

sebelum tubuhku mengering..
sebelum rohku kelayapan mencari kabut di punggungan lain
dan sebelum jiwaku digantikan oleh yang lain,

kuharap kau mengerti isi catatan ini..

smoga kaulah yang terakhir..
mungkin juga tidak,



catatan wayang kertas.2010

selasar rindu

diselasar rindu kita bertemu
memperbincangkan semut semut yang terjebak dalam hujan
daun basah dan kering pun
tak dikubris, tak teriris
orang orang menggema namamu diserap akar pohon
    yang tertanam,
    yang nampak,
    atau bahkan yang menggantung
nyamuk nyamuk menemani canda dari setiap cibiranmu
    tentang air,
    tentang tanah,
    tentang udara,
    atau bahkan tentang api
beberapa lainnya membopong luka luka
    pada jiwa,
    pada nurani,
    atau bahkan pada iri hati
kami berjaga saling menjaga,
    dari nafsu,
    dari amarah,
    atau bahkan dari gelisah yang mengarah
diselasar rindu kita berpisah
menjadi kenangan,
    yang mengenang dalam angan



bumi siliwangi
10.23
201010

masih sama

aku masih mengenakan pakaian yang sama
lalu apa bedanya aku dengan yang dulu?
yang mungkin tak kau pedulikan

jawab seolah olah menjadi bom waktu
yang siap menghapus harapan dan kenangan

canda merpati yang bertengger dengan sepasang telur diatas sangkarnya,,
menguak tabir rasa pada naungan mimpiku

aku sama saja seperti dulu
dengan pakaian yang sama pula
yang sempat mengecewakan kepercayaan mawar pada duri duri nya sendiri


lantas,,
bagaimana denganmu??



22:20:26
15 juli 2010
@kamar semedhi

malaikat Tuhan

kau berpeluk pada rindu Tuhan
dalam ketabahan dan kekuatan yang sudah mutlak menjadi milikmu
walau dalam hatimu
kau meyakini itu semua hanya kau pinjam dari Rab mu

kau bertahan dalam keterbatasan tenaga yang kau punya
bahkan kau membiarkan air mata dan do'a yang menjadi juru bicara mu pada Tuhan

senyum yang kau kantungi pun tak lupa kau bagi
pada orang orang yang hanya menyumbang iba pada tubuh peluhmu

kau merintih dengan asmaNya

aku yakin
Tuhan akan membalas dengan kasihNya



3 agustus 2010
17:24
@sarijadi
gamang dalam rindu Tuhan

kutipan kalimat

serangkai simbol 'ko,ma' mengintip di tengah induk kalimat yang beranak
mengikuti perintah 'se!ru' yang meneriaki gaung nada yang teramat abstrak
walau kemudian hanya ter'ku)(rung' oleh 'ta?nya' yang tak terjawab
selintas malu malu huruf demi huruf di'ku-rang' oleh pena yang kehabisan tinta
tak di'tam+bah' terlebih 'sa=ma'
otak ku mungkin sedikit miring walaupun tak separah 'garis/miring'
tapi kalimat ku sudah beranak, terlahir sebagai 'ti.tik'




"ku'tip"an kalimat
11:12
24 oktober 2010

jalan terbaik

dalam tatapan mata yang entah kemana
dengan air mata yang kau sendiri tak bisa menahannya
kau telah bersusah payah untuk mempertahankan nafas dan kehidupanmu
tetapi Tuhan telah begitu rindu
kabel kabel dan selang selang yang menempel ditubuhmu bahkan tak bisa membantu
tapi Tuhan
mempunyai jalan yang lebih baik dari pada itu
Dia tak mau melihatmu tersiksa
tak mau melihatmu dibaikan begitu saja oleh waktu

dan seperti katamu
the best way to be better than good
dan kau telah mendapat jalan terbaik yang lebih baik dari yang terbaik

dan kami disini
akan selalu merindukkanmu


09012011
14.43

ikhlas

bila kematian adalah isyarat keimananmu,
bukankah itu seharusnya menjadi sesuatu yang kau tunggu?
bila ujian adalah mediasi peningkatan ketaqwaanmu,
bukankah seharusnya dengan kebahagiaan kau melewatinya?
bila hidup adalah sebuah jalan untuk kesempurnaan,
bukankah seharusnya kau melewatinya dengan hati yang tidak terbebani?
kata Tuhan, "hidup itu indah".
lantas, bila kita percaya pada Tuhan.
kenapa pula kita meragukan kehidupan dan hidup??






07:29:10
110910
@jalan cagak

dalam anak kalimat

dari 'ko,ma' menjadi 'ti.tik'
begitulah aku pada akhirnya
menjadi debu pada akhir kalimatku
tak ada 'se!ru', tak ada 'ta?nya', yang ada hanya 'ti.tik'
tapi apakah ada paragraf baru?
yang dari huruf menjelma kata
dari kata, hidup menjadi makna
ruh ku ada pada anak anak kalimat yang diakhiri dengan 'ti.tik'
tanpa 'tanda?tanya'

07:45
24 oktober 2010

banding

orang orang sudah membicarakan masa depan
sedang kita?
masih disini
bergelut dengan ego dan nafsu yang terus berseteru
saling menghakimi kemudian menghujam dengan begitu hina nya

orang orang sudah bicara tentang keindahan masa lalu
sedang kita?
masih disini
mencairkan bongkahan bongkahan es yang terus mengerak dalam hati yang membeku

orang orang sudah bicara tentang makna hidup
sedang kita?
masih disini
memperdebatkan apa hidup dan siapa yang harus hidup
tak ada temu dalam ruang lingkaran tak bernama
hanya emosi dan gejolak dari keduanya yang tak terelakan

orang orang sudah berkata ini aku
sedang kita?
ya..masih disini
masih bertanya,,siapa aku?

220912
191010

dalam perjalanan senja


Dalam perjalanan senja,ada yang tertatih mengejar malam,sedang waktu telah menuturkan peraturan yang memenjaranya
Sedangkan fajar,belum juga hadir dalam pemakaman mimpi mimpi ini.
Bintang sudah beberapa kali disetubuhi oleh bulan.dibantu oleh langit melahirkan anak yang kemudian berlari kearah purnama.sehingga, ia belum bisa beranjak walau sesekali dari peraduannya.
Telaga itu lantas tetap sendiri. Membendung beribu kesedihan yang dituturkan oleh awan dan hujan.
Telaga itu masih sendiri. Saat aku berjalan sendiri menyusuri diri.


17022011
04.05

12.2.12

for my sist







mungkin ini lah yang dilakukan anak muda sekarang.ditengah tekanan yang mereka dapatkan disekolah,mereka mendapatkan hiburan disini.hanya sekedar mendengarkan dan berfoto bersama idola mereka.
diambil di salah satu acara produk kecantikan.selain bisa bertemu idola, disini juga kita bisa facial, foto - foto do booth yang ada, make over, games, dan sebagainya.
ok guys...sementara edisi ini dulu ya yang dikeluarin tentang BLP.cuma sekedar bayar utang aja untung adikku yang centil, cerewet dan tengah beger ini...hehe.
ok...see next edition.

sisi lain bandung




inilah potret Bandung dari beberapa sisi.
gambar pertama
menggambarkan betapa keamanan untuk warganya kurang diperhatikan.terlihat beberapa orang tengah melihat kereta yang melintas dihadapan mereka tanpa batas pengaman.yang kita ketahui Jalan menuju Braga,tepatnya didepan Bank BI itu memang satu arah.namun alangkah baiknya jika pada sisi ini pun diberi pengaman seperti sisi lainnya.

gambar kedua dan tiga
Slogan Bandung Kota Kembang nampaknya tidak berlaku dari sisi ini.betapa padat dan kumuhnya kota Bandung.dihiasi pula dengan awan hitam yang terkandung polusi dan air untuk ditumpahkan ke bumi.betapa kotor dan kumuhnya Bandung hari ini...maka dari itu,untuk orang yang berada di luar Bandung, jangan semakin NGAHEURINAN karen seperti yang terlihat,Bandung tidak selenggang dan sesejuk yang terlihat.

tapi,,,dari sisi mana pun Kota Bandung dilihat,selalu terkandung rindu dan kecintaan pada kota ini.kota yang melahirkan banyak seniman dan orang orang yang berprstasi.dan semoga,,,selanjutnya orang itu adalah aku..

baiklah..sekian dulu edisi Bandung nya.masih banyak cerita tentang kota Priangan ini..

11.1.12


dari sana ku pijak kaki untuk menguji egoku
dari sana ku pijak kaki untuk memulai hidup baru
dari sana ku pijak kaki untuk sekedar mendapat kain biru berpenggiran merah
                                                                         segitiga kehidupan,yang mengubah semuanya
dari sana aku mengenal bahwa Tuhan selalu bersama kesulitan dan kemudahanku
dari sana aku belajar bahwa hidup buka hanya sekedar mengeja angka untuk kemudian mati
dari sana aku mulai, dan sampai entah..........................

110112
ditegah rindu





saya foto ini dari sudut sebuah mall besar di Bandung..
seorang anak tunadaksa tengah di antar oleh Bapaknya.
terlihat sekali bahwa orang tua dari anak ini menginginkan anaknya agar dapat bersosialisasi dengan orang lain. berbeda dengan kebanyakan orang tua yang menutupi dan malas mengantarkan anaknya bersosialisasi dengan orang lain.
dengan ini diharapkan agar orang tua lebih terbuka dalam mensosialisasikan anak nya dan mensosialisasikan kondisi anaknya pada orang lain agar yang lainnya dapat mnegerti bagaimana mengahadapi anaknya.

"barangkali beberapa sesamaku berfikiran bahwa aku tidak normal. namun normal yang bagaimana aku?memang aku tidak normal dimata mereka, tetapi Tuhan memandang aku sebagai ciptaan yang khusus"

reunion

http://www.youtube.com/watch?v=0oli5ll0jzE&noredirect=1