sapa

ada sapa dalam setiap temu, meski akhir tak selalu bertemu rindu

27.11.13

Keluarga MARKUM #episode2


nah. ini kelanjutan dari cerita Keluarga MARKUM yang sebelumnya. akhirnya saya menemukan sebuah fakta tentang keluarga MARKUM. ini di dapat dari Wikipedia dan filmindonesia.or.id. yang pasti sudah dipastikan memang ada sejarahnya..hihi.
dan MARKUM yang ini bukan MAkelaR huKUM ya.. :)

jadi begini ceritanya

Keluarga Markum adalah film Indonesia yang dibuat sebagai sekuel atas suksesnya film Kejarlah Daku Kau Kutangkap. Film ini disutradari oleh sutradara yang sama, yaitu Chaerul Umam, tetapi tidak melibatkan Deddy Mizwar lagi yang muncul pada film sebelumnya. film ini menceritakan tentang kehidupan Markum (Ikranegara), paman Ramadan (Deddy Mizwar) di film pertamanya dengan Marni (Ully Artha), sahabat Ramona (Lydia Kandou) setelah mereka menikah.
(Wikipedia.com)
 dan juga kelanjutannya

Sinopsis

Lanjutan dari Kejarlah Daku Kau Kutangkap. Markum (Ikranagara) dan Marni (Ully Artha) sudah punya gadis remaja, sementara Ramadan (Dwi Yan) dan Ramona (Lydia Kandou) punya seorang jejaka. Kisah berpusat pada Markum-Marni setelah bertahun-tahun berumah tangga. Usia panjang pernikahan ternyata belum bisa jadi ukuran keserasian. Ketegangan dan kesalahpahaman pasangan ini jadi unsur utama kelucuan. Keterusterangan Markum, umpamanya, malah berbalik mencelakakan. Ramadan menganjurkan agar Markum berbohong bahwa lupa ulang tahun istrinya. Markum tak mau dan berkata jujur. Kejujuran malah menambah ketegangan. Mereka lupa bahwa keserasian rumah tangga adalah sesuatu yang harus terus diusahakan. 
(fimlindonesia.or.id)

nah dari kedua sumber ini, saya belum menemukan dari mana awalnya keluarga kami di beri nama MARKUM. karena sebenarnya dalam sinopsis tidak dijelaskan bagaimana keriweuhan yang terjadi pada keluarga tersebut. 
nah yang masih penasaran bagaimana kisah Keluarga MARKUM versi film.ini ada link yang membahas juga tentang Film Keluarga MARKUM (1986).
Artikel yang Menyinggung tentang Keluarga MARKUM
kalau yang ini link video

Video Keluarga MARKUM (1986)

nah kalau yang ini foto foto dari filmnya.

Foto dari Sebuah Artikel yang Diambil dari Salah Satu Adegan Film Keluarga MARKUM (1986) 

Poster Film Keluarga MARKUM (1986)

Salah Satu Adegan dalam Film Keluarga MARKUM (1986)




Baiklah. sepertinya sekian dulu. nanti suatu hari akan dirangkum versi film dan kehidupan nyata.. :)
salam sayang..


*bersambung

25.11.13

Surat Cinta untuk Tuhan

Ya Allah. Tuhanku yang MahaSegalanya.
dalam surat kali ini aku hanya ingin menyampaikan rasa syukurku padamu.
aku ingin berterimakasih. telah dikenalkan pada dunia yang tak semua orang bisa menyentuhnya.
dunia anak anak berkebutuhan khusus.
terimakasih telah membukakan mata dan hatiku untuk terus bersyukur dan mengingatku melalui mereka.
tambahlah rasa cintaku untuk mereka Ya Allah. sesungguhnya tiada yang bisa kulakukan selain bisa mencintai mereka dengan sepenuh hati melebihi kecintaanku pada diri sendiri.
berikanlah senyumku untuk bisa terus membuat mereka tersenyum. tambahkanlah senyum mereka agar mereka terus bisa membahagiakan semua orang.
jagalah mereka Ya Allah. kuatkanlah juga hati kedua orangtua mereka, karena sesungguhnya mereka adalah orang - orang luar biasa dibalik senyum anak anaknya.
jagalah terus hatiku Ya Allah. aku hanya ingin bisa memberikan sesuatu untuk mereka suatu saat nanti. semoga Kau bisa meridhoinya.
kuatkanlah hati mereka Ya Allah. agar mereka terus bisa tegar menjalani apa yang sudah menjadi kehendakMu.
saat ini tidak ada lagi yang bisa kukatakan selain rasa terimakasih dan rasa malu. malu belum bisa berbuat apa apa untuk mereka. malu tidak banyak bersyukur seperti mereka. malu belum bisa membahagiakan banyak orang seperti mereka.
Terimakasih Ya Allah. terumakasih. aku sayang mereka.

23.11.13

perjalanan w(ak)t(u)

jika aku AIR, dan kau DAUN. akan aku jadikan kau pijakan sehabis hujan.
kau adalah DAUN yang ku pilih setelah perjalanan yang teramat panjang bersama angin.
kaki - kakiku berusaha untuk tidak membangunkanmu selepas senja berlalu.
aku kemudian tidur juga dipelukanmu.
kemudian, pagi melahirkan anak kita yang ku beri nama EMBUN.
kaki mungilnya mengerayap dan mengendap perlahan dalam penjagaanmu, dan aku hanya bagian dari dirinya.
kemudian ia berlari - lari kecil.
kita tak pernah tahu, apakah ia akan terjatuh dari peganganmu dan tertampung di genangan air bersama yang lain, atau menguap pergi bersamaku, atau tertambat pada benda lain, sehingga yang tersisa hanyalah jejak - jejak kakinya yang mungil.
kemudian, siang berusaha melenyapkanku.
aku kembali ke udara bersama angin.
aku tahu kau tak akan pernah melepaskanku, tapi aku percaya, bahwa setiap malam aku kan kembali ke DAUN yang sama. ke DAUN yang ku pilih dan melahirkan EMBUN - EMBUN yang lainnya.
aku mungkin akan pergi. tapi kau akan tetap berada di sana, menungguku. di tempat yang sama saat pertama kali aku menemukanmu.  dan aku akan kembali menemukannya.
jika aku AIR, dan kau DAUN. aku hanya berharap kau mengizinkanku untuk menghidupimu dengan sepenuh hidupku.
aku hanya berharap kau memilihku sebagai air yang membiarkanmu menjadikan pijakannya.
aku akan terus kembali, sebagai AIR yang selalu merindukan DAUN.