sapa

ada sapa dalam setiap temu, meski akhir tak selalu bertemu rindu

17.7.13

setelah bulan berlalu

Berjuta mata telah sedemikian sembab walau hanya sekedar mengenang namamu
Ada beberapa yang tak mengenalmu, namun mereka tetap peduli
Dan beberapa yang lainnya terus bergelut dalam kedukaan

Baik baik sajakah kau disana?
Aku yakin Dia takkan berbuat jahat padamu, karena kau adalah orang baik

Aku sendiri sadar, sampai kapan pun aku bicara
pada mentari, pada langit, pada bulan, pada pelangi, atau diatas gundukan tanah merah tempat kau berbaring dibawahnya
aku takkan pernah bisa lagi menyentuh wajahmu

Kau ingat tidak?
Sesaat sebelum kau meninggalkan rumah singgahmu, kau sedang berlari mengejar waktu
Apakah saat itu kau sedang melawan kesakitan?
Yang saat itu aku kira hanya sebuah kekonyolan
Maafkan aku untuk itu
Aku baru menyadarinya saat kau sudah jauh melangkahkan kakimu diluar rumah
Entah kemana

Hei,
Kau telah menunjukkan padaku banyak hal
Tentang perjuangan
Tentang kekuatan
Tentang keyakinan
Tentang kasih sayang
Tentang menghargai
Tentang keikhlasan
Dan tentang ketabahan

Aku tak tahu seberapa lama kau menahan kesakitan itu.
Seberapa sakit kau menahan semuanya.
Tapi tak sedikitpun keluh yang keluar dari mulut khas mu.

Tahukah.
Sudah 2 bulan lebih aku tak mendengar decak tawamu
Melihat senyuman khasmu
Mendengar raung tangisanmu
Melihat kepolosan wajahmu saat kau tertidur

Selama waktu itu berjalan
Aku masih belum sanggup untuk menahan diri dari kedukaan
Aku masih rapuh
Aku tahu kau tak menginginkannya
Aku pun tidak
Tapi aku merasa belum mampu
Aku masih selalu takut jika malam menjelang dan melihat ayah dan ibu tertidur lelap
Aku takut
Jika keesokan harinya aku tak bisa melihat mereka
Aku takut jika yang kulakukan tak berbuah apa apa untuk mereka

Aku tahu ini berat
Tapi Tuhan telah memberiku bahu untuk menopang seluruh beban yang Ia berikan padaku
Semoga bahuku cukup kuat untuk menahan semuanya

Airmataku tak akan bisa membayar apapun
Senyumanku tak akan bisa mengobati apapun
Amarahku tak akan bisa menyelesaikan apapun

Tapi dengan keikhlasan ayah dan ibu
Aku mendapatkan semua itu


Aku sangat sadar
Pesan ini takkan pernah terbaca olehmu
Hal yang mustahil kurasa,
Tapi aku berharap kau tahu satu hal
Bahwa aku
S A N G A T M E N Y A Y A N G I M U !!!





Untuk adik dengan senyuman manis berhidung mancung
Dari seorang kakak yang rapuh yang sangat menyayanginya
10:54
020311
Bandung, Bumi Siliwangi

His last dialogue








Tidak ada komentar:

Posting Komentar