sapa

ada sapa dalam setiap temu, meski akhir tak selalu bertemu rindu

18.8.13

Keluarga MARKUM

kali ini saya ingin bercerita tentang keluarga. ya keluarga yang bukan sekedar ayah, ibu, dan anak. tapi keluarga besar.
konotasi dari keluarga besar disini bukan berarti keluarga yang berbadan tambun dan besar besar, tapi keluarga yang berjumlah besar. saya juga heran kenapa banyak yang menyebut demikian, kenapa  tidak keluarga banyak saja? mungkin karena terdengar lebih ganjil ditelinga ya? :)

Dan tentang keluargaku.
versi kurang lengkap

kami menyebutnya keluarga MARKUM (tidak pernah jelas bagaimana penulisannya). keluarga ini terbentuk dari pasangan Bapak M. Chanafiah dan Ibu Nyimas Tina.
Ibu Nyimas Tina dan Bapak M. Chanafiah
mereka menikah dan memiliki 9 anak, 7 perempuan dan 2 orang laki laki. dan menurut cerita ibu saya, kedua orang anak laki laki sudah lama sekali bersama Tuhan. dari 7 anak perempuan inilah keluarga ini kemudian berkembang. masing masing anak menikah dan memiliki keturunan. rata - rata anak dari masing anak anak ini (cucu) berjumlah 3 orang. ada yang kurang, ada juga yang lebih. dan dari sanalah kemudian keluarga ini berkembang.
7 "Bidadari"

sampai hari ini, saya hidup di keluarga ini yang dari waktu ke waktu dan semakin berkembang. tapi selama itu pula saya menyimpan sebuah pertanyaan "kok disebut MARKUM?memang sejarahnya apa?". dan sepertinya bukan hanya saya saja, tapi rata rata Keluarga MARKUM juga memiliki pertanyaan yang sama. ya meskipun pada dasarnya mereka tidak begitu peduli.
menurut cerita yang pernah saya dengar, sejarah terbentukknya nama untuk keluarga ini justru setelah keluarga ini beranak pinak (maaf kalau tidak sopan). jadi dulu itu ada sebuah serial televisi yang memuat tentang kisah Keluarga Markum (judul film entah sinetron) dan diceritakan bahwa keluarga tersebut memiliki ciri khas "rame" kalau dalam bahasa sunda riweuh. keluarga ini selalu sibuk dan paciweuh di segala kesempatan. entah itu berkumpul, bertamasya, dan sebagainya. dari film itulah kemudian (entah siapa) terinspirasi untuk menyebut keluarga kami Keluarga MARKUM. karena keluarga kami memilik karakteristik yang sama. bahkan 7 anak perempuan di generasi pertama itu memiliki sifat yang rata rata sama. paciweuh..hehe.
kemudian kebiasaan yang teledor, riweuh, eksis, narsis, rame, gandeng, bring kaditu kadieu, dan sebagainya itu menjadi mendarah daging dan diteruskan kepada generasi kedua. sehingga keluarga besar ini kemudian menjadi sebuah keluarga yang selalu paciweuh dalam setiap kesempatan. terlebih saat ini, keluarga kami sudah merambah ke generasi ketiga, yang tanpa sadar atau tidak mewarisi sifat sifat dari buyut dan eyang eyangnya..yaa sepertinya memang sulit dibayangkan..hihi.
meskipun sifat dan karakteristik keluarga saya ini terlihat seperti pabaliut tetapi justru hal ini lah yang membuat kamu semakin hari semakin kompak (ciee..matsa tsih? :p). menyempatkan segala waktu untuk berkumpul. sekedar haha hihi atau benar benar 'piknik' dalam arti yang sebenarnya. rapat betulan atau asik asikan. perayaan formal atau pura puraan. yang jelas keluarga ini selalu terpercaya dan terdepan.

MARKUM with Batik

Foto Halal Bihalal terbaru

Out Bond 2009??


*sekian

hhhmmm....sepertinya harus mengolah memori dulu.sementara segini aja dulu.nanti diteruskan sambil mencari dokumen dokumen penting "negara" MARKUM


sehabis memerdekakan rindu
halal bihalal 2013
@Kinalabu
kamar sunyi,18 Agustus 2013
23.37

Tidak ada komentar:

Posting Komentar