sapa

ada sapa dalam setiap temu, meski akhir tak selalu bertemu rindu

7.9.18

Terima kasih
Kau telah membawaku pergi ketempat yang teduh
Hingga aku dapat berlindung dari sengatan matahari yang mematikkanku

Setidaknya untuk saat ini

Kini adalah kamu
Yang membuat aku menunggu
Untuk dibawa lagi
Ke tempat yang baru
Ke tempat yang tak hanya penuh luka
Tapi juga bahagia

Kini adalah waktu mu
Kini adalah waktu kita

Setidaknya untuk saat ini

16 Mei 2018
9.01 PM
Jika saja saat itu aku masih punya kesempatan, satu detik saja untuk mengatakannya padamu, mungkin semua rasa yang tersisa hingga hari ini akan selesai. Tiada lagi yang harus aku pertanyakan.


Jika saja saat itu kau masih punya kesempatan, satu detik saja untuk mendengarkan apa yang tersisa dariku hingga selesai. Tiada lagi yang harus kau tunggu.

Jika saja, saat itu ada sedikit keberanian.

Kau telah salah, salah menilaiku yang menurutmu penuh keberanian, sedang bertemu denganmu dan mengatakannya akupun tidak mampu.

Aku telah salah, salah dalam menilaimu yang terlalu menaruh kepercayaan padaku, hingga aku besar kepala untuk tidak mengakui kesalahanku.

Kita memang salah


Sudahkah kau memaafkan?
Sudahkan kau meminta maaf?


Sudahkah aku meminta maaf?
Sudahkan aku memaafkan?

Pada kita yang saling menunggu. Menunggu keberanian, hanya untuk sekedar mengatakan......

Maaf.



Tapi sebelum itu semua,



Sudahkah kita memafkan ...


diri kita sendiri?



1 Agustus 2018
4.35 PM

Elegi



hujan yang menggerimis malam itu
mengantarkanku pada luka
yang telah mengerak sejak lama

hujan yang menderas pagi itu
mengantarkanku pada duka
yang telah membasuh airmata

air terakhir telah jatuh
menetes perlahan
terseret arus zaman
tergerus asa

aku
tertimbun dalam tanah
yang basah
yang merah

aku tenggelam




pohon yang memancang di ujung tebing itu
menopang harapan
melaju waktu membersamaiku
mengatarkanku pada asa yang baru


aku menguap 
namun angin membawaku kembali
pada Yang Satu
dalam helai daun yang gugur sore itu









7 September 2018