sapa

ada sapa dalam setiap temu, meski akhir tak selalu bertemu rindu

19.5.18

Cahaya Terakhir

Kereta yang ku sangka membawa ku pergi dari rasa duka
Justru mengantar ku padamu
Dimana luka terbuka
 lebih menganga

Cahaya yang datang dari timur nyatanya terlalu menyengat bagiku
Sinarnya telah menghangatkan hatiku yang membeku hingga lebur
Namun sayang, sinar itu juga yang membuatku hilang
lenyap tanpa sisa

Kereta dan cahaya
Mereka berkonspirasi untuk mengantarkanku pada luka
Hingga dinanahku, tertulis namamu
Sesuatu yang tak mungkin dapat ku hilangkan


Mengapa dulu cahaya berjanji untuk mengantarku dengan kereta kebahagian
Nyatanya kau hanya mengantarku di stasiun, memintaku pergi
Dengan kereta kencanaku


Kau dulu menjanjikan masa depan, nyatanya kau lah yang hilang
Melebur tak bersisa
Musnah karena tak sanggup menahan panas dirimu sendiri


Bandung
19 Mei 2018

10.5.18

Purnama ke 90

cinta yang terlupakan
cinta yang tak pernah kasat mata
cinta yang diam diam

dia
kamu
sama saja

hingga akhirnya aku mencari cinta yang selama ini kalian sembunyikan

adakah tersisa untukku?
atau justru seluruh cinta itu telah kau persiapkan dengan utuh hanya untukku?

malam ini, Sayang
dadaku tertahan
kenangku tertawan
pada detik dimana air mata tak pernah ku saksikan

mengalir begitu deras
sebagai tanda sesal
sebagai tanda maaf
sebagai tanda yang artinya tak pernah ku temukan di kamus mana pun di dunia ini

purnama malam ini, Sayang
aku mungkin hanya rembulan yang telah kehilangan sebuah bintang
tapi aku kehilangan bintang yang paling terang
aku kehilangan sebuah cahaya
cahaya yang pernah menuntunku dari kegelapan

kemudian semua menjelma dingin
kemudian semua menjelma gelap
kemudian semua menjelma sesak

purnama kali ini begitu berbeda, Sayang
ada sebuah angin yang aku harap akan mengantarku kembali menujuMu

untuk kembali menjadi aku
            yang kau rindui
            yang kau cemburui
            yang kau cintai

sekali pun dalam diam dan tangismu



10 Mei 2018

Ba'da Magrib