diselasar rindu kita bertemu
memperbincangkan semut semut yang terjebak dalam hujan
daun basah dan kering pun
tak dikubris, tak teriris
orang orang menggema namamu diserap akar pohon
yang tertanam,
yang nampak,
atau bahkan yang menggantung
nyamuk nyamuk menemani canda dari setiap cibiranmu
tentang air,
tentang tanah,
tentang udara,
atau bahkan tentang api
beberapa lainnya membopong luka luka
pada jiwa,
pada nurani,
atau bahkan pada iri hati
kami berjaga saling menjaga,
dari nafsu,
dari amarah,
atau bahkan dari gelisah yang mengarah
diselasar rindu kita berpisah
menjadi kenangan,
yang mengenang dalam angan
bumi siliwangi
10.23
201010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar