jika dulu kau ku ajak kedalam dimensiku
langkahku telalu kotor untuk kau ikuti
bahkan dalam kegamangan pun
kau tak layak untuk berada disini
kau terlalu suci nona..
mungkin sama sucinya
dengan setiap tetesan air wudhu..
untuk menyentuhmu saja akan ku fikir lebih dari satu kali,
apalagi membawamu bermain bersama kudanil dalam kubangan lumpur.
mengertilah wahai raddhin ..
aku sangat menghargai khodratmu sebagai seorang perempuan ilalang,,
selemah apapun tangkaimu
kau tetep perempuan yang menjulang..
hmm..
tangkaimu kini semakin tinggi saja ya..
setelah hadirnya sosok petani yang merawat dan menjaga setangkai ilalang,
dari hama hama yang mengancam,,
ditengah luas luasnya tanah,
diantara padi padi yang hampir menguning..
mungkin aku adalah salah satu dari hama hama itu
haha..
labih baik aku cepat menghindar lalu pergi..
daripada aku disergap lalu dibuang jadi pangan sapi..
kau benar..
lebih baik aku bepergian..
agar kehadiranmu menjadi sesuatu yang sia sia..
terima kasih kau sudah memberi saran yang tepat..
wahai raddhin..
aku hanya sebuah tanaman yang tak bertangkai,
yang sementara memilih untuk hidup dalam kesendirian..
namun, sudikah kau memberi salam pada daunku yang tinggal sehelai ini??
sebelum tubuhku mengering..
sebelum rohku kelayapan mencari kabut di punggungan lain
dan sebelum jiwaku digantikan oleh yang lain,
kuharap kau mengerti isi catatan ini..
smoga kaulah yang terakhir..
mungkin juga tidak,
catatan wayang kertas.2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar