sapa

ada sapa dalam setiap temu, meski akhir tak selalu bertemu rindu

23.4.13

sapaan


Hai, semoga kau punya cukup waktu untuk membaca suratku.
Apa kabar?
Apakah kau merindukanku seperti aku merindukanmu disini?
Apakah kau menangis juga saat merindukanku seperti saat aku merindukanmu?
Sayang, sebentar lagi aku ulangtahun.ulangtahun pertama ku tanpamu (lagi).
Ulang tahun terakhirku tanpamu adalah saat kau belum terlahir.
Sayang. Sesungguhnya banyak yang ingin ku ceritakan padamu.
Aku masih merasa terbebani.
Jika kau disini, mungkin saja aku bisa membaginya denganmu.
Sayang, tolong hapuskan airmataku.
Tanganku tidak cukup untuk menghapus semuanya.
Sayang, angka 20 ini harus ku bayar mahal.
Aku harus kehilanganmu, kehilangan dia yang tentu kau tahu.
Terlebih dengan keputusan ayah yang aku rasa menjadi beban untukku.
Aku merasa langit seakan rubuh diatasku.
Aku merasa semua mimpiku hilang.
Sayang. Aku mengeluh lagi ya?
Aku pun tak tahu mengapa aku melakukan itu.
Padahal aku sudah berusaha untuk merelakanmu.
Sayang, ingatkah sewaktu kita bermain ke Jakarta bersama keluarga yang utuh untuk terakhir kalinya?
Kita mengalami kecelakaan dan aku menjadi korban tunggal atas kejadian itu.
Tapi kita bisa melewatinya karena saat itulah kita bersama.
Aku merasa tubuhku hilang setengahnya.
Ayah dan ibu tak cukup bagiku.
Aku merasa begitu dekat denganmu pada saat saat terakhirmu.
Kau adalah seseorang yang sangat berarti saat itu.
Mungkin Tuhan hendak menamparku berulang kali agar aku melihat kearahNya.
Aku sudah terlalu banyak mengabaikanmu.
Mengabaikan ayah.
Mengabaikan ibu.
Mengabaikan orang orang yang menyayangiku demi orang yang kusayangi semata agar aku tidak kesepian.
Ingat kata kata ibu jika kita sedang bertengkar?
“kalian harus kompak dan saling menjaga, jika tak ada ayah dan ibu, kalian hanya berdua”
Saat ini aku selalu berfikir, jika memang yang dikatakannya akan terjadi, aku dengan siapa?
Jika tak ada mereka, aku dengan siapa?
Jika tak ada engkau, aku dengan siapa?
Tuhan memang memberiku banyak orang, tapi tak ada yang bisa menjamin masa depanku selain kau.
Aku sudah terlalu banyak kehilangan.
Aku tahu, kerumitan ini diciptakan semata hanya untuk membuatnya bermakna.
Sayang, senyummu masih mengecupku disini.
Ada senyum mereka.
Ada senyum ayah.
Ada senyum ibu.
Tapi aku terlalu lemah.
Entah, aku begitu sangat merindukanmu.
Itu saja.
Sayang. Aku tahu aku terlalu banyak mengeluh.
Tapi ini masih aku.
Entah kau masih mengenalinya atau tidak.
Tetapi yang pasti, serpihan cinta ini akan ku kembalikan padamu.
Saat kita bertemu nanti disana.
Bersama dalam kebadian dan cinta.
Baik baik kau disana, tunggu aku dengan senyuman terindahmu yang kurindukan.


Salam rindu dan sayang.
-Kakak-







Menjelang 20
Gubuk kenangan
20.03
17 oktober 2011

Dengan tangis yang menggumpal dihati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar