tempat pertama kita bertemu dengan jarak
yang tak lebih jauh dari urat nadi,dan tak lebih dekat dari detak
saat itu kau duduk dihadapanku
menceritakan sekilas kenangan
tentang gadis berambut hitam yang sering kau temui di sekolah
mulut yang penuh dengan tawa dan canda
mata yang mengadukan isi hati
menjadi butir butir kalimat yang membuat seluruh ceritamu menjadi utuh
kemudian ku namakan kisah ini rindu
karena setiap getirnya,ku sebut namamu
dik ...
disisi jalan kenangan
15.36
290413
warung nasi 88
mengigau mengenangmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar