Terkadang aku khawatir. Jika suatu saat kau benar-benar menemukan dirimu dalam tulisan-tulisanku. Menyaksikan bagaimana aku terpuruk setelah kehilanganmu. Menemukan sebenar-benarnya aku yang rapuh. Maka aku telah gagal menyembunyikan segala yang tersisa dalam diri ini.
Terkadang aku khawatir. Jika suatu saat kau benar-benar berkata padaku apa yang aku mau. Sebab, aku tak bisa lagi menyaksikan mata sembab yang aku ciptakan dimatamu karena rasa bersalah. Sedang, aku tahu bahwa akulah si biang masalah.
Jika suatu saat, kau benar-benar ingin melakukan itu, berpura-puralah seperti biasanya. Tetaplah membuat aku hidup dalam kepura-puraanmu. Sebab aku tak lagi bisa membedakan, mana aku dan kepura-puraan.
Jika suatu saat, kau benar-benar ingin mengatakannya, berpura-puralah seperti biasanya. Sebab ketidaktahuan akan tetap membuatmu tetap disini bersamaku.
Waktu telah begitu lama mengikatku padamu. Jauh sebelum aku menyadarinya. Jauh, sebelum jarak telah banyak memudar diantaranya. Aku hanya ingin kau terus hidup bersamamu.
Sekali pun dalam kepura-puraan.
Terkadang aku khawatir. Jika suatu saat kau benar-benar berkata padaku apa yang aku mau. Sebab, aku tak bisa lagi menyaksikan mata sembab yang aku ciptakan dimatamu karena rasa bersalah. Sedang, aku tahu bahwa akulah si biang masalah.
Jika suatu saat, kau benar-benar ingin melakukan itu, berpura-puralah seperti biasanya. Tetaplah membuat aku hidup dalam kepura-puraanmu. Sebab aku tak lagi bisa membedakan, mana aku dan kepura-puraan.
Jika suatu saat, kau benar-benar ingin mengatakannya, berpura-puralah seperti biasanya. Sebab ketidaktahuan akan tetap membuatmu tetap disini bersamaku.
Waktu telah begitu lama mengikatku padamu. Jauh sebelum aku menyadarinya. Jauh, sebelum jarak telah banyak memudar diantaranya. Aku hanya ingin kau terus hidup bersamamu.
Sekali pun dalam kepura-puraan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar