sapa

ada sapa dalam setiap temu, meski akhir tak selalu bertemu rindu

7.9.18

Elegi



hujan yang menggerimis malam itu
mengantarkanku pada luka
yang telah mengerak sejak lama

hujan yang menderas pagi itu
mengantarkanku pada duka
yang telah membasuh airmata

air terakhir telah jatuh
menetes perlahan
terseret arus zaman
tergerus asa

aku
tertimbun dalam tanah
yang basah
yang merah

aku tenggelam




pohon yang memancang di ujung tebing itu
menopang harapan
melaju waktu membersamaiku
mengatarkanku pada asa yang baru


aku menguap 
namun angin membawaku kembali
pada Yang Satu
dalam helai daun yang gugur sore itu









7 September 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar