sekarang,,aku ingin bercerita tentang dunia yang sedang ku geluti. dunia pendidikan luar biasa.
aku akan bercerita bagaimana akhirnya aku bisa mengurung diriku sendiri dalam dunia ini. dunia, mulai semakin ku cintai.
pada awalnya, aku melihat sosok "anak luar biasa" sebagai sosok yang mengerikan. berwajah sama, atau pun berbicara tidak nyambung dan berbagai asumsi muncul di piranku. hanya satu orang "anak luar biasa" yang aku anggap sebagai orang "biasa" atau orang yang aku fikir hanya fisiknya saja yang berbeda, beliau adalah kakak sepupuku. beliau adalah seorang penyandang tunadaksa. atau seseorang yang memiliki hambatan dalam motorik. meskipun belakangan saya baru tahu juga bahwa beliau juga memiliki mental dibawah rata - rata usianya.
aku menjalani hidup selama bertahun - tahun dengan dibesarkan di rumah yang sama dengan beliau. maka dari itu, aku termasuk orang yang cukup dekat dengannya dibandingkan dengan saudara yang lain meskipun sebenarnya umurku dan beliau terpaut cukup jauh, yaitu sekitar 5 - 6 tahun.
setelah berumur kurang lebih 8 tahun, aku pindah ke rumahku yang sekarang. kedekatan kami masih terjaga. saat aku berumur kurang lebih 11 tahun, aku biasa mengaji di sebuah meajid tak jauh dari rumah. ini bagian menarik bagiku. dan disini lah awal ketertarikannku pada dunia yang sekarang aku jalani.
begini ceritanya, saat sudah berjalan entah berapa bulan, seorang santri baru datang. dia hanya diam. tak banyak yang ia katakan. dan setelah dia berbicara, ternyata dia tidak seperti aku. dia adalah seorang tunarungu. dia seorang siswi dari sekolah yang saat ini aku tempati untuk praktek yaitu SLB Negeri Cicendo Kota Bandung. kami diajarkan bagaimana cara berkomunikasi dengannya oleh saudaranbya yang ikut mendampinginya mengaji. karena itu adalah sesuatu hal yang aneh bagiku, maka aku sangat tertarik. tapi aku tidak begitu mengerti apa yang dia bicarakan. sedangkan saudaranya berbicara layaknya keduanya sama - sama tunarungu. dari sana aku berfikir "sesungguhnya orang yang keren itu adalah orang pada umumnya yang bisa berkomunikasi dengan mereka". dari sana aku bertekad untuk belajar bahasa isyaratm bagaimana pun caranya. tapi saat aku sedang bersemangat, dia berhenti mengaji. aku tidak tahu apa alasannya. aku kehilangan semangat dan kehilangan sosok seorang guru. dari sana aku hanya tertarik pada bahasa isyarat dan pelaku yang memakainya, yaitu anak tunarungu.
setelah beranjak SMA, aku sudah lupa dengan ingatan tentang bahasa isyarat dan pelakunya. tetapi untuk isyarat abjad aku masih hafal benar meskipun jarang ku pakai. ku katakan jarang karena tak jarang juga aku memakainya dan mengajarkan orang lain untuk bisa menggunakan abjad jari.
waktu berjalan tiada henti, sampailah akhirnya aku bertemu dengan seorang senior di sebuah organisasi pecinta alam. karena kami cukup dekat, sering kali aku dan yang lainnya bermain kerumahnya.
suatu hari, aku menemukan sebuah "harta karun", yaitu sebuah kamus bahasa isyarat. kenapa ku katakan harta karun?karena itulah yang aku cari selama bertahun - tahun. semenjak itu aku sedikit belajar tentang isyarat kata. setiap kali aku bermain kerumah senior tersebut, aku menyempatkan diri untuk membaca atau sekedar melihat - lihat.
seiring berjalannya waktu, tibalah penentuan masa depan. akan kemanakan kami melanjutkan pendidikan. saat itu aku begitu bingung dengan pilihan pilihan yang harus aku pilih. sampai akhirnya, temanku menawariku untuk masuk ke pendidikan luar biasa melalui jalur pmdk/prestasi. aku sendiri bertanya - tanya, ternyata selama ini memang guru untuk anak berkebutuhan khusus memiliki pendidikan yang khusus pula dan tidak disatukan dengan pendidikan lainnya.
akirnya kami mencoba, karena temanku ingin menjadi guru untuk anak tunagrahita seperti istri seorang senior lainnya di organisasi yang sama. berempat kami mencoba ke jurusan yang sama. karena menurut guru BP peluang bekerja untu kguru pendidikan luar biasa sangat besar. aku sendiri tidak terlalu berharap karena memang sebenarnya aku tidak menginginkannya. aku lebih tertarik pada seni saat itu.
sampailah akhirnya pengumunan. tidak ada satupun diantara kami yang lolos. aku tidak terlalu kecewaa, justru sebaliknya. aku bersyukur karena dijauhkan dari universitas yang saat itu sangat aku hindari. karena sebenarnya aku tidak menginginkan menjadi seorang guru.
kemudian, tibalah saat SNMPTN. aku masih kebingungan memilih jurusan apa. saat itu aku memilih untuk masuk ke Hukum UNPAD. dan saat aku mengisi kolom kedua, aku terdiam lama. saking bingungnya,akhirnya aku melihat list jurusan yang ada di buku panduan. aku cek satu persatu. melihat peluang diterima dan jurusan paling pas untuk ku pilih. saat melihat, mata dan tanganku terhenti di tulisan PENDIDIKAN LUAR BIASA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA. hah UPI? dalam hatiku. namun yang membuatku menjadi memilih adalah karena aku merasa mampu untuk masuk ke jurusan tesebut. dan karena pada awalnya aku tidak lolos, maka aku ingin membuktikan bahwa masuk jurusan sekelas PLB itu tidak sulit. maka ku pilih jurusan tersebut. hanya untuk membuktikan bahwa aku mampu. itu saja.
tiba saat pengumuman. ayah dan ibu sudah lebih dulu melihat. dan aku masih tidur saat itu. aku masih ingat betul. waktu itu aku sudah diterima di STSI. tempat yang paling aku idamkan untuk kuliah. dan ternyata, ibu melihat namaku di koran. ibu berkata "kamu masuk UNPAD". aku haya bisa diam. entah. ada rasa tidak yakin pada kemampuan diriku sendiri. "aku?masuk hukum UNPAD?" tanyaku dalam hati. karena tidak percaya, aku melihat sendiri koran yang dipegang ibu. aku melihat kode yang tertera disamping namanku. ada yang janggal pikirku. karena tidak yakin, aku cek kode tersebut di buku panduan. dan ternyata, kode itu adalah PLB UPI..waaaawww....UPI meeeennnn...mimpi apa aku semalam.masuk ke universitas yang paling aku hindari. ayah dan ibu pun kaget. karena mereka memang tidak tahu aku memilih itu. namun kesenangan mereka luar biasa saat itu.
saat aku akan memilih untuk mengambil STSI, ayah dan ibu sudah mengabarkan bahwa aku masuk ke PLB UPI. dan semua orang bersemangat memndukungku untuk memilih PLB UPI. ya aku pun tahu. karena itu adalah suatu hal yang baru untuk mereka.
sampailah pada akhirnya, aku terjebak dalam dunia yang sebenarnya dulu ku inginkan, namun tidak ku harapkan. namun seiring berjalannya waktu. aku menikmati. saat aku sedang merasa bosan berkuliah yang itu itu saja. aku bermain dengan anak luar biasa itu. ada kesenangan tersendiri yang ku dapatkan saat bersama mereka. dan satu hal lagi. aku mulai bisa berbahasa isyarat. hal yang dulu ingin sekali aku kuasai. dalam hati aku mulai berkata "aku mulai terlihat keren". karena tidak banyak orang yang bisa dan tahu. maka jadilah aku orang unik dan keren yang dulu aku idamkan dari saudara temanku yang tunarungu dulu.
sampai akhirnya, saat mahasiswa diwajibkan untuk memilih 1 dari 5 spesialisasi aku memilih untuk menjadi seorang spesialis tunarungu. karena hanya itulah yang membuat ku kerasan untuk tetap berada di jurusan tersebut. dan kenapa tidak memilih tunadaksa? karena aku berpikir. setiap hari aku dengan seorang tunadaksa, dan aku sudah tahu bagaimana itu. aku bisa melakukannya sambil berjalan. tetapi tunarungu? sekali lagi. aku memilih karena rasa penasaranku belum tuntas.
dan akhirnya.semakin hari. aku semakin mencintai mereka. anak anak yang berbicara dengan bahasa sendiri. anak anak yang masih berbahagia dalam kesunyian. anak anak yang selalu terlihat ceria dan ekspresif meskipun sebenarnya tidak. ya mereka yang kini sehari hari ku temui dan ku ajak bicara.
semoga saja niatku sudah berubah. dari yang awalnya ingin terlihat berbeda dan keren, menjadi seorang teman yang bisa memberi bunyi dengan cara yang kita sepakati sendiri.
terimakasih anak anak. kalian mengajarkanku tentang bunyi yang tidak biasa. kalian mengajarkanku untuk tidak merasa sepi meski sunyi. terimakasih karena kalian, sekarang aku disini.
terimakasih.
22 februari 2013
19.10
sepulang berbincang dengan beberapa anak tunarungu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar