diri adalah musium kata yang terluas dari segalanya. tempat terciptanya berbagai bahasa dan peribahasa. tempat terciptanya asa dan rasa. tempat terciptanya daya dan upaya. maka dari itu, aku menciptakan diri yang terus menciptakan.
sapa
ada sapa dalam setiap temu, meski akhir tak selalu bertemu rindu
14.12.11
perbincangan semalam
semalam, aku berbincang dengan ayah dan ibu. sambil menyantap makanan kesukaan adikku yang sudah bersama Tuhan.aku membicarakan tentang sekolahku yang sudah mulai kacau balau.kata ayah, tidak apa asal tidak ada yang mengulang.ya, aku pun tahu itu ayah. lalu aku membicarakan tentang cita citaku seusai menyelesaikan studi. aku mengatakan pada mereka bahwa aku ingin sekali bekerja sebagai relawan tenaga pendidik untuk anak anak suku pedalaman.aku ingin menyusuri setiap jengkal negeri ini.aku ingin ibu bangga pada apa yang aku lakukan.ayah memotong ceritaku, kalau ayah punya anak 5 silahkan.ayah tahukah perkataan itu mematahkan cita citaku yang aku bangun sekian lama setelah cita cita yang dulu tidak bisa aku capai.mengapa alasan kepergian adikku menjadi alasan bahwa aku tak bisa mengembangkan cita citaku.lalu aku akan menjadi apa? seonggok daging yang tak berguna? ayah aku mohon, hanya ini yang kusukai dari apa yang aku lakukan sekarang.tak ada yang lain.apakah pekerjaan itu kurang mulia? atau aku pergi setelah aku memiliki buah hati? kapa? bahkan untuk memikirkannya saja aku tak diperbolehkan.bantu aku mencari diri ayah.yang sudah lama tersesat dan kehilangan cita cita.aku anakmu yang kini satu satunya, yang lagi lagi harus kehilangan cita cita karena restu yang tak akan menjadi milikku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar