sapa

ada sapa dalam setiap temu, meski akhir tak selalu bertemu rindu

1.9.11

hadiah ke sekian

bulan baru menandakan awal pencarianku
percarian pencarian lain yang kudapati dalam kubangan kehidupan
aku masih ingin mengapaimu dalam asaku,
       sayang
tapi tak ada cahaya dari mercusuar yang menuntunku ke arah sana

bintang selatan pun kini mulai tersesat dalam cahayanya
entah berbagai pikiranku yang terus bergelimang duka

ada suka
namun duka tak pernah juga pergi dari sampingnya

masihkah kau disana?
atau tempat indah lainnya telah menuntunmu lebih jauh dariku?

aku menangis.
ya lagi lagi ku ingkari janji ku
tapi ayah dan ibu pun melakukan hal sama,
kami sudah sangat merindukanmu

pencarian berlanjut setelah ku injak angka delapan yang terus menggerogoti tawaku
pencarian akan keikhlasan
pencarian akan sebuah tawa
pencarian akan sebuah ketenangan
pencarian akan merelakan kerinduan

banyak orang disini yang mengaduh pada bulan
namun aku,masih mengukir namamu disampingnya
hingga masih bisa kulihat saat dia hadir di iringi bulan

aku
mengukir namamu dalam hidupku
sehingga, hanya maut yang dapat menghapusnya dariku.





22.17
1 September 2011
saat semua orang mendo'akanmu malam ini
saat ibu menangis karena rindu
saat bayanganmu tiba tiba menjelma tawa ditengah tengah ku
saat bulan tersenyum begitu manis di ufuk utara

dalam gamang rindu
untukmu adik kecil
Muhammad Ghazi Ibrahim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar